Sabtu 14 Jan 2023 18:00 WIB

Ketika Nabi Muhammad Mencegah Istrinya yang Membicarakan Fisik Orang Lain

Salah satu istri Nabi Muhammad membicarakan fisik orang lain.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad
Foto: Dok Republika
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Dalam sebuah riwayat, dikisahkan tentang Siti Aisyah RA yang membicarakan kekurangan fisik yang dimiliki seorang wanita. Kisah ini diriwayatkan langsung dari Aisyah dan terdapat dalam kitab Sunan Abu Daud dan Sunan Turmudzi.

Dalam riwayat tersebut, Aisyah berkata kepada Nabi Muhammad SAW, "Cukuplah engkau dari Shafiyyah, begini dan begini." Salah seorang perawi menafsirkan bahwa yang dimaksudnya adalah Shafiyyah, yakni wanita yang pendek.

Baca Juga

Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sungguh engkau telah mengucapkan kalimat, yang jika dicampurkan ke air laut, maka (kalimat itu) akan mengotorinya."

Aisyah berkata, "Aku membicarakan kepada beliau tentang seseorang. Kemudian beliau SAW bersabda, 'Aku tidak suka bila (engkau) membicarakan seseorang.' Lalu aku diganjar dengan dosa demikian dan demikian."

 

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkaar al-Nawawiyyah, menjelaskan, kalimat yang dapat mengotori laut sebagaimana terkandung dalam hadits tersebut, maksudnya ialah kalimat yang dapat mengotori sampai mengakibatkan pencemaran karena kebusukan dan kotorannya yang sangat buruk.

"Ini adalah salah satu hadits yang menjadi peringatan tentang perbuatan ghibah atau mengisahkan besarnya dosa ghibah. Kami belum pernah menemukan satu hadits pun yang mencela perbuatan ghibah sekeras hadits ini," demikian penjelasan Imam Nawawi.

Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda, "Ketika aku mi'raj, aku melewati suatu kaum. Mereka punya kuku dari tembaga, mencari wajah dan dada mereka (dengan kuku itu). Lalu aku bertanya, "Wahai Jibril, siapa mereka?" Jibril menjawab, "Mereka orang-orang yang suka memakan daging manusia dan menggunjing kehormatan mereka."

Seorang yang bertakwa kepada Allah SWT, tentu menjauhi perbuatan ghibah atau menggunjing. Dia sadar bahwa antara satu Muslim dengan Muslim yang lain adalah saudara, sehingga dilarang menghina atau mencelanya.

Nabi Muhammad bersabda, "Orang Muslim adalah saudara Muslim yang lain. Dia tidak boleh mengkhianatinya, mendustainya, dan menghinanya. Kehormatan, harta benda, dan darah antara seorang Muslim dengan Muslim yang lain itu diharamkan. Takwa letaknya di sini. Cukuplah kejahatan bagi seseorang bila ia menghina saudaranya yang Muslim." (HR Turmudzi dari Abu Hurairah)

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement