Selasa 06 Dec 2022 19:37 WIB

Keutamaan yang Dimiliki Nabi Dawud dan Benarkah Tuduhan Penyuka Wanita?

Nabi Dawud alaihissalam mempunyai sejumlah keutamaan

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah
Lokasi tambang besi Nabi Dawud AS di Yordania. Nabi Dawud alaihissalam mempunyai sejumlah keutamaan
Foto: nationalgegraphic.com
Lokasi tambang besi Nabi Dawud AS di Yordania. Nabi Dawud alaihissalam mempunyai sejumlah keutamaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Allah SWT memberikan karunia kepada Nabi Dawud alaihissalam berupa keutaman yang tidak dimiliki nabi lainnya.

Pakar tafsir Alquran yang juga pengasuh Pondok Pesantren Bayt Alquran-Pusat Studi Alquran (PSQ), Ustadz Syahrullah Iskandar, menjelaskan 

Baca Juga

Allah SWT memberikan karunia kepada Nabi Dawud berupa suara yang indah. Selain itu, sebagaimana digambarkan dalam surat Sad ayat 18-20 sebagai berikut:

إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ وَالطَّيْرَ مَحْشُورَةً ۖ كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌ وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, Dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat taat kepada Allah. Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmahdan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.

Ustadz Syahrullah yang juga dosen tafsir Alquran Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan, Allah SWT juga memberikan karunia pada Nabi Dawud sehingga gunung-gunung pun mengikuti tasbih Nabi Dawud  

Termasuk juga kemampuan Nabi Dawud  menjinakkan burung-burung yang mengikuti Nabi Dawud  untuk bertasbih. 

Allah SWT juga menjadikan Nabi Dawud  sebagai seorang raja yang mendapat kepercayaan kuat dari rakyatnya serta hikmah atau ilmu dalam menyelesaikan persoalan. 

Namun, ada satu waktu Nabi Dawud  diingatkan Allah SWT karena menilai sepihak terhadap suatu perselisihan. Pada ayat 21-26 surat Sad, Alquran menceritakan tentang dua orang yang berselisih. Mufasir berbeda pendapat, ada yang menyebut itu adalah malaikat, tetapi ada yang berpendapat itu adalah manusia. 

Keduanya memasuki istana Nabi Dawud  namun tidak melalui pintu utama. Melainkan sembunyi-sembunyi memanjat tembok dan masuk ke mihrab (tempat ibadah) Nabi Dawud. 

Kedatangan mereka pun membuat Nabi Dawud  terkejut sekaligus khawatir. Mereka lalu meminta Nabi Dawud  tidak takut akan kehadiran mereka. Keduanya menjelaskan tentang maksud tujuan menemui Nabi Dawud . 

Yakni, agar Nabi Dawud  memutuskan secara adil dan benar atas perselisihan yang terjadi di antara kedua orang itu. 

Salah satu di antara kedua orang itu menunjuk saudaranya. Dia berkata bahwa saudara itu sudah memiliki 99 ekor kambing. Sedangkan, ia hanya memiliki satu ekor kambing. 

Dia mengatakan kepada Nabi Dawud  bahwa saudaranya itu lalu meminta satu ekor domba miliknya. Hingga dalam perdebatan, dia pun kalah dan harus menyerahkan seekor kambingnya itu kepada saudaranya. 

Nabi Dawud  langsung memutuskan bahwa saudaranya yang memiliki 99 kambing itu telah berbuat zalim. Namun, setelah memberikan keputusan, Nabi Dawud  tersadar bahwa dua orang itu merupakan ujian dari Allah. Ustadz Syahrullah mengatakan, Nabi Dawud sadar karena ia menghukum secara sepihak. 

Nabi Dawud telah menjatuhkan putusan sebelum mendengarkan keterangan dari pihak satunya. Nabi Dawud pun memohon ampun kepada Allah SWT atas kekeliruannya dalam menjatuhkan putusan. 

Allah  SWT pun mengampuninya dan Nabi Dawud diingatkan agar memberi keputusan dengan adil dan tidak mengikuti hawa nafsu yang dapat menyesatkan.  

Ustadz Syahrullah mengatakan, dalam Tafsir al-Qishah fi Alquran al-Karim, Sayyid Tantowi juga memberikan kritik kepada banyak mufasir yang menggambarkan bahwa Nabi Dawud  itu memiliki kesenangan terhadap perempuan, bahkan yang telah dilamar orang lain. Menurut Sayid Tantowi, hal itu justru mencederai kemaksuman Nabi Dawud.       

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement