Selasa 26 Jul 2022 06:13 WIB

Pernah Durhaka kepada Orang Tua? Bertobatlah dengan 4 Langkah Berikut Ini

Durhaka kepada orang tua merupakan salah satu dosa besar

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi larangan durhaka kepada orang tua. Durhaka kepada orang tua merupakan salah satu dosa besar
Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Ilustrasi larangan durhaka kepada orang tua. Durhaka kepada orang tua merupakan salah satu dosa besar

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO– Durhaka kepada orang tua dalam ajaran agama apapun merupakan tindakan terlarang. Terutama dalam Islam, durhaka kepada orang tua bahkan disebut sebagai tiga dosa besar menurut Rasulullah SAW.  

Namun Allah SWT yang Mahapengampun tentu memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang melakukan kesalahan atau dosa. Hanya saja, sebagai dosa besar, bagaimana cara bertobat dari durhaka kepada orang tua sesuai tuntunan Islam?  

Baca Juga

Dilansir dari Elbalad, Senin (25/7/2022), durhaka kepada orang tua memang merupakan dosa besar dalam Islam. Berbuat baik dan memperlakukan mereka dengan perlakuan yang terbaik bahkan diperintahkan Allah SWT dalam Alquran. Allah SWT berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

 

Artinya: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS Al Isra ayat 23). 

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa durhaka kepada orang tua tergolong sebagai tiga dosa besar. 

ألا أنبئكم بأكبر الكبائر ثلاثا ؟ قلنا بلى يا رسول الله قال الإشراك بالله وعقوق الوالدين ، وكان متكئا فجلس فقال : ألا وقول الزور وشهادة الزور ، فما زال يكررها حتى قلنا ليته سكت

Artinya: "Maukah aku ceritakan kepada kalian dosa besar yang paling besar, yaitu tiga perkara? Kami menjawab, Ya, Rasulullah. Rasulullah berkata: Menyekutukan Allah, dan mendurhakai dua orang tua. Rasulullah sedang bersandar lalu duduk, maka berkata Rasulullah: Tidak mengatakan kebohongan dan kesaksian palsu. Beliau terus mengulanginya sampai kami berkata semoga beliau berhenti." (HR Bukhari dan Muslim). 

Adapun cara bertaubat dari dosa durhaka kepada kedua orang tua adalah sebagai berikut yaitu pertama menghentikan kedurhakaannya. Seorang yang ingin bertaubat dari durhaka kepada orang tua harus bertekad untuk berhenti melakukannya. 

Kedua, menyesali dosa yang diperbuat. Seseorang harus benar-benar dengan rasa penyesalan bertaubat atas dosa durhaka yang dilakukan. Dia harus benar-benar mengerti kalau perbuatannya itu salah. 

Ketiga, bertekad untuk tidak mengulanginya. Setelah berhenti melakukan dosa durhaka dan menyesali perbuatannya, seseorang yang durhaka harus bertekad untuk tidak melakukannya lagi di masa depan. 

Keempat, beramal saleh. Dalam Islam, amal saleh dapat menghapus dosa-dosa. Jadi, seseorang yang merasa telah berdosa karena durhaka kepada orang tua harus menyertai taubatnya dengan amal soleh yang akan menghapus kesalahan-kesalahannya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement