Rabu 16 Mar 2022 07:01 WIB

Di Manakah Allah SWT Berada?

Allah SWT senantiasa mengawasi hambanya.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Lampu gantung kristal berbentuk lafadz Allah di Masjid Misericordia di Sao Paulo, Brasil. lampu tersebut merupakan sumbangan dari pengusaha Mesir. Di Manakah Allah SWT Berada?
Foto: ANBA
Lampu gantung kristal berbentuk lafadz Allah di Masjid Misericordia di Sao Paulo, Brasil. lampu tersebut merupakan sumbangan dari pengusaha Mesir. Di Manakah Allah SWT Berada?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Allah SWT pencipta manusia, dunia dan seisinya senantiasa mengawasi hambanya. Namun, di manakah keberadaan Allah Subhanahu wa Ta'ala?

Dikutip dari buku Ambillah Aqidahmu dari Alquran dan As-sunnah yang Shahih yang Dipahami Shahabat Radhiyallahu Anhum, Allah Ta'ala bersemayam di atas Arsy, di atas langit. Dia Subhanahu wa Ta'ala berfirman, 

Baca Juga

اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى

"Ar-Rahmaan (Yang Maha Pemurah). Yang bersemayam di atas Arsy" (QS Thaahaa ayat lima). Bersemayam di atas Arsy ialah suatu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dan kesucian-Nya.

 

Dan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

انا الله كتب كتابا ... فهو مكتوب عنده فوق العرش

"Sesungguhnya Allah menulis (segala sesuatu dalam) kitab (catatan takdir)... dan ia tertulis ada di sisi-Nya di atas Arsy" (HR Bukhari dan Muslim).

Di samping itu, Allah Ta'ala bersama hambanya dengan pendengaran-Nya, penglihatan-Nya dan ilmu-Nya. Allah Ta'ala berfirman,

قَالَ لَا تَخَافَآ اِنَّنِيْ مَعَكُمَآ اَسْمَعُ وَاَرٰى

"Dia (Allah) berfirman, “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua (Musa dan Harun), Aku Maha Mendengar dan Aku Maha Melihat." (QS. Thaahaa ayat 46).

Dan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 

إنكم تم عون سميعا قريبا و هو معكم

"Sesungguhnya kalian menyeru kepada Dzat Yang Maha Mendengar lagi Mahadekat, dan Dia bersama kalian (yaitu dengan ilmu-Nya)." (HR Muslim)

Adapun faedah tauhid ,yakni untuk mendapatkan keselamatan dari siksaan (hukuman) di akhirat, hidayah di dunia dan pengampunan dari dosa-dosa.

Allah Ta'ala berfirman, 

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْٓا اِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ الْاَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ 

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan (dari hukuman) dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS Al-An'aam ayat 82)

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement