Sabtu 22 Jan 2022 02:00 WIB

Bacaan Doa Qunut Subuh Pendek

Bacaan qunut menjadi salah satu doa yang banyak diamalkan masyarakat Indonesia.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
Sholat (ilustrasi). Bacaan Doa Qunut Subuh Pendek
Foto: Dok Republika
Sholat (ilustrasi). Bacaan Doa Qunut Subuh Pendek

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Khusus untuk sholat subuh, dalam posisi bangkit dari rukuk maka disunahkan membaca doa qunut. Bacaan qunut menjadi salah satu doa yang banyak diamalkan masyarakat Indonesia. Para ulama berbeda pendapat terkait hukum penggunannya dalam sholat.

Karena masalah ini termasuk dalam hal furuiyyah atau cabang dalam agama yang dibolehkan. Sebenarnya apa itu doa qunut dan bagaimana lafaz doanya?

Baca Juga

Bacaan doa qunut

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّ مَاقَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

“Allahummah dini fi man hadait, wa ‘afini fiman ‘afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barik li fi ma a’thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha ‘alaik, wa innahu la yazillu man wa lait, wa la ya’izzu man ‘adait, tabarakta rabbana wa ta’alait, fa lakal hamdu a’la ma qadhait, wa astagfiruka wa atubu ilaik, wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.”

Artinya: “Ya Allah tunjukkanlah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berikanlah keberkahan kepadaku pada apa yang telah Engkau berikan. Selamatkanlah aku dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan. Engkaulah yang menghukum dan bukan dihukum. Tidak hina orang yang Engkau jadikan pemimpin. Tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Bagi-Mu segala pujian di atas apa yang Engkau tentukan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-MU. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan karunia atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”

Doa di atas adalah lafadz doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Dalilnya adalah hadits Nabi yang diriwayatkan oleh cucu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib, bahwa beliau berkata,

عن الْحَسَن بْن عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قال

عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَاتٍ أَقُولُهُنَّ فِي قُنُوتِ الْوِتْرِ

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajariku beberapa kalimat doa yang hendaknya aku ucapkan ketika qunut witir: ‘Allahummahdinii fiiman hadaiit, wa ‘aafinii fiiman ‘aafaiit,….dst.’ (HR. Nasa’i). 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement