Kamis 20 Jan 2022 17:12 WIB

Kalimat yang Diucapkan Para Penghuni Surga dan Malaikat  

Para penghuni surga dan malaikat saling mengucapkan salam

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi Surga. Para penghuni surga dan malaikat saling mengucapkan salam
Foto: Pixabay
Ilustrasi Surga. Para penghuni surga dan malaikat saling mengucapkan salam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Alquran menggambarkan tiga perumpamaan kehidupan orang-orang Mukmin di surga. Penghuni surga diceritakan hanya mengeluarkan perkataan yang baik dan tidak ada perkataan buruk yang terdengar di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam Surat Yunus Ayat 10 dan tafsirnya. 

دَعْوٰىهُمْ فِيْهَا سُبْحٰنَكَ اللهم وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلٰمٌۚ وَاٰخِرُ دَعْوٰىهُمْ اَنِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ

Baca Juga

“Doa mereka di dalamnya ialah, "Subhanakallahumma” (Mahasuci Engkau, ya Tuhan kami), dan salam penghormatan mereka ialah, “Salam” (salam sejahtera). Dan penutup doa mereka ialah, “Alhamdu lillahi Rabbil ‘alamin” (segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam)." (QS Yunus ayat 10).

Tafsir Kementerian Agama menerangkan ayat ini sebagai gambaran dari keindahan dan kenyamanan kehidupan di dalam surga adalah setiap kata dan kalimat yang terucap tiada lain hanya pujian atas kebesaran Allah ﷻ. Doa yang mereka ucapkan di dalam surga adalah "Subhanakallahumma" (Mahasuci Engkau, ya Tuhan kami). 

 

Salam penghormatan kepada mereka dari Allah, malaikat dan sesama penghuni surga adalah "Salam" (semoga keselamatan yang sempurna selalu menyertai kamu).

Penutup doa mereka adalah "Alhamdu lillahi Rabbil 'alamin" (segala puji bagi Allah Tuhan Pemelihara seluruh alam). Ayat ini menggambarkan tiga perumpamaan kehidupan orang-orang Mukmin di surga.

Dari tiga perumpamaan itu tergambar tingkatan kehidupan rohani yang tinggi yang telah dicapai mereka. Gambaran itu adalah doa mereka dimulai dengan menyebut Subhanaka Allahumma, salam penghormatan mereka adalah Salam, dan akhir doa mereka adalah Alhamdulillahi Rabbil A'lamin.

Doa adalah permohonan yang dipanjatkan kepada Yang Maha Agung, dengan sepenuh hati dengan kata-kata yang penuh hormat, karena merasakan keagungan tempat meminta. Pengakuan akan keagungan Allah itu diungkapkan dengan perkataan "Subhanaka Allahumma" (Mahasuci Engkau, wahai Allah). 

Kalimat ini memberi pengertian bahwa Allah Maha-Esa, hanya Dia sendirilah yang berhak disembah, yang berhak diagungkan.

Setiap makhluk wajib menghambakan diri kepada-Nya selama-lamanya, baik di dunia maupun di akhirat. Makhluk yang seperti inilah yang berhak memperoleh kebahagiaan dan kenikmatan yang abadi pula.

Salam penghormatan mereka adalah "salam" yang maksudnya agar sejahtera dan selamat dari yang tidak disukai dan diinginkan. Salam penghormatan ini telah selalu mereka ucapkan selama hidup di dunia.

Baca juga: Mualaf Syavina, Ajakan Murtad Saat Berislam dan Ekonomi Jatuh  

Dalam surat Al Ahzab ayat 44 diterangkan bahwa "Salam" itu pun merupakan Salam yang diucapkan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman waktu mereka pertama kali menjumpai Allah ﷻ di akhirat. 

تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌ ۚ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًا

“Penghormatan mereka (orang-orang Mukmin itu) ketika mereka menemui-Nya ialah, "Salam," dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.” (QS Al Ahzab ayat 44)   

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement