Kamis 20 Jan 2022 16:37 WIB

Ujung Penyesalan Para Kaum Kufur Nikmat Kala Turunnya Azab  

Para kaum kufur nikmat mengutarakan penyesalan atas sikap mereka

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Azab (Ilustrasi) Para kaum kufur nikmat mengutarakan penyesalan atas sikap mereka
Foto:

Mereka pun sadar dan mengakui perbuatan zalim yang dilakukan mereka. Mereka pun terus menerus mengeluh seperti itu 'Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zaIim'. 

Ustadz Syahrullah menjelaskan dalam kitab Min Wahyi Al-Quran karya Syekh Muhammad Yahya  bahwa ayat-ayat tersebut menjelaskan tentang bagaimana sunnatullah itu berlaku kepada makhluk-Nya. 

Ustadz Syahrullah mengatakan bahwa Allah ﷻ mengutus para rasulNya dengan membawa hidayah dan bukti-bukti yang nyata. Tujuannya untuk lihidayati al basyariyah atau memberi petunjuk untuk manusia agar tidak menyembah selain kepada Allah ﷻ. 

Meski begitu, banyak dari kaum-kaum yang telah diseru para nabi namun mereka tidak mau beriman. Mereka justru mendustasi para nabi dan rasul.  

"Maka azab mendatangi mereka atau mereka layak untuk mendapatkan siksa karena kekufuran dan kezaliman mereka," kata Ustadz Syahrullah dalam kajian virtual Bayt Al Quran-Pusat Studi Alquran beberapa waktu lalu. 

Ustadz Syahrullah menjelaskan diantara kaum-kaum itu ada yang diazab Allah ﷻ dengan dihujani batu, ada yang dihantam suara gemuruh dan angin kencang, ada yang ditimbun bumi, ditenggelamkan lautan dan lainnya. 

Baca juga: Mualaf Erik Riyanto, Kalimat Tahlil yang Getarkan Hati Sang Pemurtad

Ini menunjukan bahwa setiap kaum yang menentang pada nabi dan rasul akan berujung pada kebiasaan. Dan ketika mereka mendapatkan itu mereka lari meninggalkan tempatnya. 

"Pada saat itu mereka juga mengakui kekufuran dan kezalimannya. Mereka bilang alangkah celakanya kami, benar- benar dalam keadaan kezaliman, mereka terus menerus mengulang perkataan seperti itu," jelasnya.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement