REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membaca Alquran kemudian memandang bahwa seseorang diberi sesuatu yang lebih utama daripada apa yang diberikan kepadanya (Alquran), sungguh ia telah mengecilkan apa yang telah Allah Taala agungkan."
Rasulullah SAW bersabda, "Ibadah paling utama umatku adalah membaca Alquran."
Rasulullah SAW bersabda, "Orang paling baik di antara kalian adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya."
Ibnu Mas'ud ra. berkata, "Apabila kalian menginginkan ilmu, selidikilah Alquran, karena sesungguhnya di dalam Alquran terdapat ilmu orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian."
'Amru bin 'Ash ra. berkata, "Barangsiapa membaca Alquran, sungguh ia telah meletakkan kenabian di kedua sisinya, hanya saja ia tidak diberi wahyu."
Tentang kecaman terhadap bacaan orang-orang yang lalai, telah datang sabda Rasulullah SAW, "Tidaklah beriman kepada Alquran orang yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Alquran."
Demikian pula sabda Rasulullah SAW, "Bacalah Alquran selama ia mencegahmu. Jika Alquran tidak mencegahmu, berarti engkau tidaklah membacanya."
Anas ra. berkata, "Betapa banyak orang yang membaca Alquran, sedangkan Alquran melaknatnya."
Ibnu Mas'ud ra. berkata, "Alquran diturunkan supaya mereka beramal dengannya. Karena itu, perlakukanlah membacanya sebagai amal. Sesungguhnya salah seorang kalian benar-benar membaca Alquran dari permulaannya sampai penghabisannya tidaklah gugur satu huruf darinya dan sungguh ia telah menggugurkan amalnya."
Sebagian ulama mengatakan, "Sesungguhnya seorang hamba betul-betul membaca Alquran lalu ia melaknat dirinya sendiri dan ia tidak tahu; la membaca, 'Ketahuilah bahwa laknat Allah atas orang-orang yang zalim, (QS. Hud [11]: 18) sementara ia menzalimi diri sendiri, dan ia membaca, 'Ketahuilah bahwa laknat Allah atas orang-orang yang berbohong, sementara ia termasuk di antara mereka."