Kamis 17 Dec 2020 05:05 WIB

Kontroversi dan Perbedaan Pemahaman Soal Turunnya Yesus

Muslim percaya Yesus akan kembali.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ani Nursalikah
Kontroversi dan Perbedaan Pemahaman Soal Turunnya Yesus.
Foto: Pixabay
Kontroversi dan Perbedaan Pemahaman Soal Turunnya Yesus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Konsultan Islam dan Presiden Misi Islam Kerala, India, Profesor Shahul Hameed mengatakan, tak ada tokoh yang menjadi subjek kontroversi sebanyak Yesus atau Nabi Isa. Hal itu menurutnya, karena berbagai agama di dunia memandang tokoh suci itu sebagai bagian penting. 

"Dia disembah sebagai Anak Tunggal Tuhan, Mesias, juru selamat, dan sebagai Tuhan sendiri oleh orang-orang Kristen di dunia," ujar dia dikutip di About Islam, Senin (14/12). 

Baca Juga

Dia menambahkan, anggapan lain juga ada pada orang-orang Yahudi. Mereka, kata Hameed, percaya Yesus secara keliru mengklaim sebagai Mesias yang diharapkan Yahudi. 

Kontroversi mengenai Yesus ia sebut juga datang dari kaum rasionalis. Bahkan, kontroversi ini memuncak ketika Yesus Kristus dianggapnya tidak pernah ada.

"Menurut mereka, dia adalah mitos, 'pahlawan palsu'," ujarnya. 

Keunikan Yesus menurutnya selalu ada. Bahkan, dari banyaknya denominasi Kristen yang percaya pada turunnya Yesus kelak. Hal itu ditegaskan pada posisi Gereja Fundamentalis Kristen yang menjadi semakin unik. 

"Sistem kepercayaan mereka berutang banyak pada Scofield Reference Bible, yang merupakan karya Cyrus Ingerson Scofield (1843-1921)," ungkap dia. 

Scofield yang merupakan pendeta di Dallas First Congregational, diketahui memasukkan interpretasinya sendiri atas ayat-ayat tertentu pada Alkitab. Sehingga menurut Hameed, mampu memberikan narasi baru untuk cerita lama. Dalam penjelasannya, Scofield memberi tahu pembacanya bahwa dunia akan berakhir dalam kobaran api dunia terakhir yang disebut Armageddon. 

Pandangan Islam...

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement