Ahad 21 Jun 2020 20:16 WIB

Tahalul dan Tabarruk Rambut Rasulullah (1)

Rasulullah mendoakan sahabat yang mencukur habis rambutnya hingga habis.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
Tahalul dan Tabarruk Rambut Rasulullah . Foto: Rasulullah SAW (ilustrasi)
Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Tahalul dan Tabarruk Rambut Rasulullah . Foto: Rasulullah SAW (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahalul merupakan rangkaian terakhir setelah melakukan ibadah haji dan umroh. Tahalul sendiri berarti diperbolehkan atau dibebaskannya seseorang dari larangan atau pantangan ihram.

Dikutip dari  Tuntunan Lengkap Rukun Islam dan Doa: Kunci Beragama Secara Kafah  karangan Mohammad Syarif Hidayatullah, tahalul ditandai dengan memotong atau mencukur rambut. Paling sedikit tiga helai, dan bagi kaum laki-laki dianjurkan mencukur habis rambutnya. Bahkan Nabi Muhammad saw mendoakan tiga kali untuk sahabat yang mencukur habis rambut kepalanya hingga botak.

Baca Juga

Tahalul juga merupakan bagian dari rukun haji, yang apabila tidak dilakukan maka hajinya tidak sah. Rasulullah saw pada saat haji bersama para sahabat juga melakukan tahalul. Seperti yang dikisahkan dalam haji wada Rosulullah saw dalam buku Sirah Nabawiyah karangan Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi.

Rasulullah bergegas menuju tempat penyembelihan di Mina. Rosulullah menyembelih 60 ekor unta dengan tangannya sendiri. Jumlah unta yang disembelih ini sama seperti jumlah usia Rosulullah saw. Setelah itu Rosulullah saw berhenti melanjutkan penyembelihan dan memerintahkan Ali bin Abi Thalib untuk menyembelih sisanya.

Usai menyembelih Rosulullah saw memanggil tukang cukur, kemudian Rosulullah mencukur rambutnya dan rambut tersebut dibagi-bagikan kepada orang-orang di sekeliling Rasulullah saw.

Dalam bukunya Tabaruk dalam Timbangan Syariah Hanif Luthfi mengatakan, rambut Rosulullah saw merupakan salah satu objek tabarruk para sahabatnya. Bahkan ulama salaf dahulu, lebih memilih memiliki satu rambut Nabi daripada dunia dan seisinya. Dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan:

Dari Ibnu Sirin berkata, Aku berkata kepada Abidah, Kami memiliki rambut Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang kami dapat dari Anas, atau keluarga Anas.’ Ia lalu berkata, Sekiranya aku memiliki satu helai rambut Rasulullah, maka itu lebih aku sukai daripada dunia dan seisinya. (HR:  bukhari).

Sahabat Rasulullah saw dengan setia menunggu ketika Rosul bercukur, agar rambut yang jatuh dari Nabi tidak sampai ke tanah, tapi ke tangan para sahabatnya.

Dalam shahih Muslim disebutkan:

“Sungguh aku melihat Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersama tukang cukur yang mencukur rambutnya sementara para sahabatnya mengelilinginya, mereka tidak ingin rambut beliau sehelai pun jatuh kecuali ditangkap tangan salah seorang (dari mereka)." (HR. Muslim).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement