Rabu 08 May 2024 00:31 WIB

Peristiwa Nabi Yunus Dikeluarkan dari Perut Ikan Tepat di Bulan Dzulhijah

Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan pada bulan Dzulhijjah.

Rep: Mgrol150/ Red: Muhammad Hafil
Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan pada bulan Dzulhijjah.
Foto: Erdy Nasrul/Republika
Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan pada bulan Dzulhijjah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Terdapat peristiwa penting yang terjadi pada bualn Dzulhijah, yaitu peristiwa Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan setelah terjebak di dalam perut ikan tersebut. Berikut kisah Nabi Yunus dan juga doa yang ia panjatkan sehingga ia bisa keluar dari perut ikan tersebut yang juga tercantum di dalam Alquran.

Pada tanggal 2 Dzulhijjah Allah SWT mengabulkan doa itu dan mengembalikan Nabi Yunus ke daratan. Nabi Yunus dimakan ikan besar setelah meninggalkan kaumnya yang menolak dakwah-Nya. Saat Nabi Yunus di dalam perut ikan tersebut, Nabi Yunus mengucapkan doa yang tertulis dalam Alquran. 

Baca Juga

Seperti yang tertulis pada surat Al Anbiya ayat 87 yang berbunyi,

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

Arab Latin : Wa żan-nūni iż żahaba mugāḍiban fa ẓanna allan naqdira ‘alaihi fa nādā fiẓ-ẓulumāti allā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn(a).

Artinya : “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

Setelah Nabi Yunus berdoa, akhirnya Allah SWT memerintahkan ikan tersebut untuk mengeluarkan Nabi Yunus ke sebuah daratan yang kering dan juga tandus. Ditempat tersebut juga akhirnya Nabi Yunus bertemu kembali dengan kaum yang telah bertaubat yang sebelumnya menolak ajaran Nabi Yunus. Seperti yang tertulis pada surat As Saffat ayat 139 – 148 yang berbunyi,

 

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

 

إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

 

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ

 

فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ

 

فَلَوْلا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ

 

لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

 

فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ

 

وَأَنْبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِنْ يَقْطِينٍ

 

وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَى مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ

 

فَآمَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ

 

Artinya: "Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari (meninggalkan kewajiban) ke kapal yang penuh muatan. Kemudian ia ikut berundi, lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedangkan ia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu." 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement