Senin 29 Apr 2024 13:18 WIB

Makanan yang Dihidangkan untuk Penghuni Neraka

Penghuni neraka memakan sesuatu yang berbeda dengan apa yang dimakannya saat di dunia

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi laknat dan siksa neraka
Foto: Dok Republika
Ilustrasi laknat dan siksa neraka

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kenikmatan menyantap makanan tercapai ketika memuaskan rasa lapar. Bukan dengan memilih makanan yang paling lezat. Secara medis dan ilmu gizi, sepersepuluh dari apa yang manusia konsumsi itu untuk kelangsungan hidup.

Lantas bagaimana kehidupan di akhirat kelak khususnya di neraka? Apakah juga masih menyantap makanan?

Baca Juga

Di akhirat nanti, para penghuni neraka memakan sesuatu yang berbeda dengan apa yang dimakannya saat di dunia. Karena dia telah mengingkari dua manfaat makanan yaitu menghilangkan rasa lapar dan memberikan kekuatan pada tubuh.

Allah SWT berfirman:

تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ  لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍۙ لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍۗ

"Mereka memasuki api yang sangat panas (neraka), diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas. Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar." (QS. Al Gasyiyah ayat 4-7)

Dengan demikian, makanan untuk penghuni neraka tidak membuat mereka kuat dan tidak pula menghilangkan rasa lapar. Ini karena tidak ada tujuan yang tercapai dengan makanan tersebut.

Abu Al Saud dalam "Irsyad Al Aql Al Salim ila Mazaya Al Kitab Al Karim" menjelaskan, rasa lapar mereka, para ahli neraka, adalah suatu bentuk pembakaran api di dalam usus mereka. Api apa pun yang ada di dalamnya akan keluar.

"Bagi mereka (ahli neraka) yang mendambakan suatu makanan, atau menikmati makanan lezat, atau berharap mendapatkan manfaat dari makanan yang disantapnya, hal itu mustahil," jelasnya.

Orang-orang kafir berusaha memuaskan rasa laparnya tanpa mempedulikan akhirat. Mereka makan tanpa berpikir hari akhir, dan tidak pula memikirkan apa yang telah diberikan Allah kepada makhluk-Nya sebagai tanda yang akan membawa mereka pada Keesaan Allah dan ilmu tentang kebenaran rasul-rasul-Nya. Mereka makan seperti hewan-hewan ternak.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ يُدْخِلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗوَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَتَمَتَّعُوْنَ وَيَأْكُلُوْنَ كَمَا تَأْكُلُ الْاَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ

"Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir menikmati kesenangan (dunia) dan mereka makan seperti hewan makan; dan (kelak) nerakalah tempat tinggal bagi mereka." (QS. Muhammad ayat 12)

Adapun Islam telah mengajarkan untuk menjaga kesehatan dengan tidak makan berlebihan. Allah SWT berfirman:

۞ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ ࣖ

"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al A'raf ayat 31)

Karena itu, mengonsumsi makanan harus dalam jumlah tertentu. Karena mengonsumsi makanan dengan cara yang berlebihan hanya akan mendatangkan kerakusan, kemalasan, dan ketidakmampuan individu dalam menunaikan ibadah secara maksimal.

Sumber:

https://www.alukah.net/sharia/1061/164459/%d8%a8%d8%b9%d8%b6-%d8%a7%d9%84%d8%a3%d8%b7%d8%b9%d9%85%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d9%88%d8%a7%d8%b1%d8%af%d8%a9-%d9%81%d9%8a-%d8%a7%d9%84%d9%82%d8%b1%d8%a2%d9%86-%d8%a7%d9%84%d9%83%d8%b1%d9%8a%d9%85-%d9%88%d8%b9%d9%84%d8%a7%d9%82%d8%aa%d9%87%d8%a7-%d8%a8%d8%a7%d9%84%d8%ba%d8%b0%d8%a7%d8%a1-%d8%a7%d9%84%d8%b5%d8%ad%d9%8a/#_ftn4

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement