Rabu 24 Apr 2024 21:08 WIB

Titik Balik Pezina yang Temui Ajalnya Setelah Bertobat kepada Allah SWT

Allah SWT akan mengampuni dosa hamba-Nya

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Tobat/Ilustrasi. Allah SWT akan mengampuni dosa hamba-Nya
Foto: Republika/Prayogi
Tobat/Ilustrasi. Allah SWT akan mengampuni dosa hamba-Nya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar RA mengisahkan perjalanan seorang pendosa zina. 

Riwayat ini dikeluarkan Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya. Riwayat ini juga dikeluarkan oleh Imam At Tirmidzi, dan Al Hakim dalam Al Mustadrak.

Baca Juga

Hadits tersebut kemudian dikutip dalam "Kisah-Kisah Nyata tentang Nabi, Rasul, Sahabat, Tabi'in, Orang-orang Dahulu dan Sekarang" karya Ibrahim bin Abdullah Al Hazimi. 

Judul aslinya ialah Man Taraka Syai'an Lillahi Awwadhahullah Khairan Minhu, yang diterjemahkan oleh Ainul Haris Arifin Lc dan Muhammad Rasyid Bakhbazi Lc. Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: 

كان الكفل من بني إسرائيل لا يتورع من ذنب عمله ، فأتته امرأة فأعطاها ستين دينارا على أن يطأها ، فلما قعد منها مقعد الرجل من امرأته ارتعدت ، وبكت فقال لها ما يبكيك أكرهتك . قالت : لا ، ولكن هذا عمل لم أعمله قط ، وإنما حملتني عليه الحاجة . قال : فتفعلين هذا ، ولم تفعليه قط ؟ ثم نزل . فقال : اذهبي بالدنانير لك ، ثم قال : والله لا يعصي الله الكفل أبدا . فمات من ليلته فأصبح مكتوبا على بابه قد غفر الله للكفل

"Dzulkifli adalah seorang yang tidak pernah menahan diri dari perbuatan dosa. Suatu saat, datanglah seorang wanita kepadanya, lalu Dzulkifli memberikannya uang sebesar 60 dinar dengan syarat dia boleh menggaulinya."

Masih dalam hadits itu, disebutkan, saat Dzulkifli duduk seperti posisi seorang lelaki di atas istrinya, si wanita tadi gemetar dan menangis. Kemudian Dzulkifli berkata, "Apa yang membuatmu menangis? Apakah aku memaksamu?

Lalu wanita tersebut menjawab, "Tidak. Tapi perbuatan ini belum pernah aku lakukan, dan yang mendorongku melakukannya hanyalah tekanan ekonomi." 

Setelah itu, Dzulkifli berkata, "Lalu kamu akan melakukan perbuatan ini padahal belum pernah melakukannya sekalipun."

Dzulkifli lantas berkata lagi, "Pergilah dan uang dinar itu untuk mu." Dari sinilah, Dzulkifli bersumpah, "Demi Allah, mulai sekarang tidak akan pernah lagi bermaksiat kepada Allah SWT selamanya." 

Malam harinya, Dzulkifli meninggal dunia, dan pada pagi harinya terdapat tulisan di pintu rumahnya, "Sungguh Allah telah mengampuni Dzulkifli".

Anggota Komisi Fatwa Darul Iftaa Mesir, Syekh Mahmud Syalabi pernah menyampaikan penjelasan mengenai tobatnya pendosa zina. 

Syekh Mahmud mengatakan, Allah SWT itu Maha Pengampun dan Maha Pengasih bagi para hamba-Nya yang berbuat dosa lalu bertobat dengan sungguh-sungguh dan memohon ampunan.

"Allah SWT akan menerima tobat tersebut selama orang yang bersangkutan ikhlas dan sungguh-sungguh dalam tobatnya dan berkomitmen tidak mengulanginya," jelas dia, dilansir dari laman Masrawy.

Syekh Mahmud dalam kesempatan itu mengutip percakapan antara iblis dan Allah SWT. 

Iblis berkata kepada Allah SWT bahwa dia akan terus menggoda manusia selama ruh masih ada di tubuh mereka. Lalu Allah SWT berkata, "Demi keagungan-Ku, Aku akan tetap memaafkan mereka selama mereka meminta ampunan kepada-Ku."

Syekh Mahmud juga menyampaikan, salah satu syarat tobat setelah melakukan dosa adalah dengan membalik lembaran hidup secara penuh. Orang yang bertobat itu harus rajin dan tekun memohon ampunan sampai Allah SWT mengubah perbuatan buruk itu menjadi perbuatan baik dengan rahmat-Nya. 

photo
Waktu terbaik bertobat. - (republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement