Selasa 16 Apr 2024 15:14 WIB

Bukti Nabi Muhammad Penyabar dan tidak Mudah Marah

Banyak kisah Nabi Muhammad SAW saat diuji kesabarannya.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Nabi Muhammad (ilustrasi)
Foto: republika
Nabi Muhammad (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Imam Al Ghazali bernama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bukti bahwa Nabi Muhammad SAW sangat penyabar, tidak mudah marah dan bukan sumbu pendek.

Banyak kisah Nabi Muhammad SAW saat diuji kesabarannya, namun Nabi Muhammad SAW tetap menjadi pribadi yang lembut, penuh kasih sayang dan belas kasih. Satu di antara banyak kisah kesabaran dan ketenangan Nabi Muhammad SAW dikisahkan dalam kitab Ihya Ulumuddin.

Baca Juga

 

Pada suatu hari seorang Arab badui datang kepada Nabi Muhammad SAW untuk meminta sesuatu. 

Kemudian Rasulullah SAW memberi sesuatu ke orang Arab badui itu dan bersabda, "Aku telah berusaha berbuat baik kepada kamu." 

Orang Arab badui itu menjawab, "Tidak, kamu tidak berbuat baik kepada aku." 

Mendengar jawaban orang Arab badui itu, para sahabat Nabi yang hadir saat itu menjadi sangat marah dan hendak menampar orang Arab badui itu. Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW melarang para sahabatnya berbuat kekerasan. 

Kemudian Rasulullah SAW masuk ke dalam kamarnya dan membawa makanan untuk diberikan kepada orang Arab badui itu. Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda, "Aku telah berbuat baik kepada kamu." 

Orang Arab badui itu menjawab, "Ya, benar. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan rahmat dan karunia serta balasan kebajikan kepada anda, keluarga dan kerabat anda." 

Nabi Muhammad SAW bersabda kepada orang Arab badui itu, "Perkataan kamu yang pertama tadi telah membuat marah para sahabatku. Jika kamu ridha, katakan kepada para sahabatku seperti apa yang kamu katakan kepadaku sekarang ini. Dengan demikian, mereka tidak akan marah lagi kepadamu dan memaafkan kamu." 

Orang Arab badui itu berkata, "Baiklah, aku akan mengatakan kebaikanmu kepada mereka." 

Keesokan harinya, orang Arab badui datang lagi kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda, "Karena kamu telah mengatakan hal itu kepada mereka (sahabatku) sehingga mereka senang, maka aku akan tambahkan lagi pemberianku. Mudah-mudahan kamu menjadi puas dan senang. Aku akan bertanya kepadamu sekarang, apakah kamu puas dan senang?" 

Orang Arab badui menjawab, "Ya, aku sangat senang dan puas. Mudah-mudahan Allah SWT membalas kebajikan Anda dan memberkati Anda, keluarga dan kerabat Anda." 

Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda, "Perumpamaan aku dengan orang badui ini seperti seorang laki-laki yang memiliki seekor unta yang lari darinya, lalu orang-orang beramai-ramai hendak menangkapnya, tetapi unta itu malah semakin menjauh karena takut."

"Lalu pemilik unta mengatakan: Kalian semua pulang saja dan biarkan unta itu berdua saja dengan aku. Kemudian pemilik unta memberi untanya makanan dan memanggilnya agar mendekat. Maka perlahan-lahan unta itu mendekat, memakan makanan itu, dan akhirnya pemilik unta menaiki dan mengendarai unta tersebut."

"Ketika si badui mengunakan kata-kata keras, apabila aku membiarkan kalian membalas dendam lalu membunuhnya, maka ia akan masuk neraka."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement