Kamis 11 Apr 2024 20:37 WIB

Alquran Bongkar Tingkah Laku Yahudi yang Enggan Berjihad Bersama Para Nabi

Yahudi menolak perintah Allah SWT untuk berjihad

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Nashih Nashrullah
Kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem. Yahudi menolak perintah Allah SWT untuk berjihad
Foto: AP Photo/Mahmoud Illean
Kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem. Yahudi menolak perintah Allah SWT untuk berjihad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Dalam pandangan Islam, Yerusalem mendapatkan posisi yang istimewa. Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, dan Nabi Isa, misalnya, pernah mendiami kota tersebut dan menyebarkan ajaran tauhid. Selain itu, kiblat pertama umat Islam, Masjid al-Aqsa, terletak di Yerusalem.

Termasuk di dalamnya Qubbat ash-Shakhrah (Dome of the Rock), yang diyakini sebagai tempat Nabi Muhammad SAW berpijak sebelum Allah SWT memberangkatkannya ke Sidratul Muntaha. 

Baca Juga

Alquran surat al-Isra ayat pertama mengabadikan perjalanan Isra-Mi'raj Rasulullah SAW ini dengan secara eksplisit menyebutkan nama Masjid al-Aqsha (harfiah: 'masjid yang terjauh').

Abdallah el-Khatib dalam artikelnya, Jerusalem in the Qur'an (British Journal of Middle Eastern Studies, Mei 2001), menjelaskan bahwa di dalam Alquran nama Yerusalem 70 kali disebutkan, baik secara eksplisit maupun implisit. 

Semua itu tersebar dalam 21 surat. Di antaranya termasuk sebutan Tanah Suci (al-'ardhu al-muqoddasat), Tanah yang Diberkati, dan Kota yang Diberkati.

Misalnya, pada surat al-Maidah ayat 21, surat al-A'raf ayat 137, surat al-Anbiya ayat 71 dan ayat 81, serta surat Saba' ayat 18. Dalam perspektif Islam pula, sejarah Yerusalem dapat ditarik dari peristiwa keluarnya bani Israil dari Mesir di bawah pimpinan Nabi Musa. 

Alquran surat al-Maidah, misalnya, mengisahkan bagaimana bani Israil menolak perintah Allah SWT untuk berjuang merebut Yerusalem. Bahkan, secara kurang ajar mereka berkata, sebagaimana diabadi kan dalam surah al-Maidah ayat 24 yang artinya: 

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا ۖ فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

“Pergilah kamu (Nabi Musa) bersama Tuhanmu, dan ber peranglah kamu berdua, sesung guhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” Akhirnya, Allah Swt menakdirkan bani Israil tidak dapat memasuki Yerusalem sampai munculnya Nabi Yusya bin Nun. Di bawah komandonya, bani Israel bangkit berjuang melawan bangsa Filistin untuk merebut Yerusalem, meskipun tidak sepenuhnya berhasil.

Barulah sekitar seribu tahun sebelum Masehi, bala tentara bani Israil kembali angkat senjata. Kali ini bangsa Filistin dipimpin Jalut, sedangkan bani Israel dikomandoi Thalut.

 

 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement