Kamis 11 Apr 2024 19:01 WIB

Rasulullah SAW Pernah Terkena Santet? Begini Riwayat yang Mengisahkannya 

Rasulullah SAW mengajarkan surat-surat penangkal santet

Ilustrasi Santet. Rasulullah SAW mengajarkan surat-surat penangkal santet
Foto: IST
Ilustrasi Santet. Rasulullah SAW mengajarkan surat-surat penangkal santet

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Sihir merupakan salah satu bentuk permintaan bantuan manusia kepada setan untuk mendatangkan manfaat atau menolak bahaya. 

Sebagai ilmu yang tua, sihir kerap terdapat pada budaya masyarakat zaman lampau. Praktik sihir pun pernah marak pada masa jahiliyah. 

Baca Juga

Para tukang tenung masih ditemukan bahkan saat kenabian. Rasulullah SAW juga pernah dise rang tukang sihir. 

Hadits yang bersumber dari Aisyah RA mengisahkan, serangan itu bahkan membuat Nabi SAW berhalusinasi mendatangi istri-istrinya, padahal tidak.

Lantas, dia bersabda, "Wahai Aisyah, apa kah kamu tahu bahwa Allah telah mengabulkanku ketika aku meminta? Dua orang mendatangiku. Salah seorang dari mereka duduk di dekat kepalaku, sedang yang lainnya di dekat kakiku." 

Orang yang duduk di dekat kepalaku berkata kepada yang lain, "Bagaimana keadaan orang ini?" Yang ditanya menjawab, "Dia tersihir." Yang satu bertanya lagi, "Siapakah yang menyihirnya?" 

Yang lain menjawab, "Labid bin al-A'sham. Seorang sekutu dari Bani Zuraiq. Dia sekutu orang Yahudi, dia orang munafik." Yang satunya bertanya lagi, "Di mana sihir itu ditempatkan?"

Yang lain menjawab, "Pada sisir dan rontokan rambut. Yang satu bertanya, "Di mana benda itu diletakkan?" Yang lain menjawab, "Di kulit mayang kurma, di bawah batu, di dalam sumur Dzarwan." 

Aisyah lantas melanjutkan ceritanya. "Lalu, beliau datang ke sumur itu dan berkata, 'Inilah sumur yang diperlihatkan kepadaku. Air sumur ini seperti air rendaman pacar. Sedangkan ujung dahan pohon kurmanya bagaikan kepala-kepala setan.'" Aku bertanya, "Ya Rasulullah, apakah engkau tidak menyebarkan hal ini?" Beliau menjawab, "tidak." Allah telah menyembuhkanku dan aku tidak ingin menyebabkan keburukan untuk orang lain." (HR Bukhari).

Dalam hadits riwayat Imam Ahmad disebutkan, Zaid bin Arqam pernah mengisahkan jika seorang lelaki Yahudi menyihir Nabi SAW. Nabi pun mengeluh sakit beberapa hari. Kemudian, Jibril mendatangi Nabi dan berkata, "Seorang Yahudi telah menyihirmu. Dia membuat buhul di sumur ini. Utuslah seseorang untuk mendatangi sumur itu dan mengambilnya."

Rasulullah SAW pun...

 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement