Rabu 10 Apr 2024 18:47 WIB

Makna Idul Fitri Sebenarnya Bukan Kembali Suci Justru Hari Makan-Makan?  

Idul Fitri pada dasarnya adalah hari berbuka dari puasa

Rep: Fuji E Permana / Red: Nashih Nashrullah
Foto udara sejumlah umat Islam menunaikan sholat Idul Fitri 1445 Hijriah secara berjamaah di Jalan Jatinegara Barat dan Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta, Rabu (10/4/2024). Warga muslim setempat biasanya melaksanakan sholat Idul Fitri maupun Idul Adha di samping kanan dan kiri Gereja Protestan Koinonia yang didirikan pada 1889 itu.
Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Foto udara sejumlah umat Islam menunaikan sholat Idul Fitri 1445 Hijriah secara berjamaah di Jalan Jatinegara Barat dan Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta, Rabu (10/4/2024). Warga muslim setempat biasanya melaksanakan sholat Idul Fitri maupun Idul Adha di samping kanan dan kiri Gereja Protestan Koinonia yang didirikan pada 1889 itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Makna lafaz Idul Fitri memang bukan kembali menjadi suci. Meskipun memang ada sedikit kemiripan dari dua kata itu, namun sebenarnya keduanya punya makna yang lain.

Justru karena kemiripan inilah makanya banyak orang silap dan keliru memaknainya. Bahkan para reporter televisi nasional kita pun latah ikut-ikutan keliru juga. Malah tidak sedikit para ustaz dan penceramah yang ikut-ikutan menyebarkan kekeliruan massal ini tanpa tahu ilmu dan sumbernya. 

Baca Juga

Demikian dijelaskan KH Ahmad Sarwat Lc dalam laman Rumah Fiqih. KH Ahmad Sarwat menjelaskan bahwa makna 'Ied' bukan kembali. 

Kata 'Ied' (عيد) dalam Iedul Fithri sama sekali bukan kembali. Dalam bahasa Arab, Ied (عيد) berarti hari raya. Bentuk jamaknya a'yad (أعياد). Maka setiap agama punya Ied atau hari raya sendiri-sendiri.

Dalam bahasa Arab, hari Natal yang dirayakan umat Nasrani disebut dengan Iedul Milad (عيد الميلاد), yang artinya hari raya kelahiran. Maksudnya kelahiran Nabi Isa alaihissalam. Mereka merayakan hari itu sebagai hari raya resmi agama mereka.

Hari-hari kemerdekaan suatu negeri dalam bahasa Arab sering disebut dengan Iedul Wathan (عيد الوطن). Memang tidak harus selalu hari kemerdekaan, tetapi maksudnya itu adalah hari besar alias hari raya untuk negara tersebut.

Lalu mengapa banyak orang mengartikan Ied sebagai 'kembali'?

Nah itulah masalahnya. Banyak orang kurang mengerti bahasa Arab, sehingga bentuk sharf dari suatu kata sering terpelintir dan terbolak-balik tidak karuan.

Dalam bahasa Arab, kata kembali adalah 'aada - ya'uudu -'audatan (عاد - يعود - عودة). Memang sekilas hurufnya agak mirip, tetapi tentu saja berbeda jauh maknanya dari 'ied'. Jadi kalau maksudnya mau bilang kembali, jangan sebut 'ied tetapi sebutlah 'audah.

Sayangnya, banyak ustaz, kiai dan penceramah yang rada gegabah dalam masalah ini. Sudah salah dan keliru, bicaranya di layar kaca pula, ditonton jutaan pasang mata orang awam. Maka kekeliruan itu pun terjadi secara masif, terstruktur dan sistematis.

Kata fithr bukan suci 

Dalam bahasa Arab kita mengenal dua kata yang nyaris mirip tetapi berbeda, yaitu fithrah (فطرة) dan fithr (فطر).

1. Makna Fithrah

Yang pertama adalah kata fithrah (فطرة). Jumlah hurufnya ada empat yaitu fa', tha', ra' dan ta' marbuthah. Umumnya fithrah diartikan oleh para ulama sebagai kesucian atau juga bermakna agama Islam. Seperti hadits berikut ini :

عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصصُّ الأْظْفَارِ وَغَسْل الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإْبْطِ وَحَلْقُ الْعَاننَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ

"Ada sepuluh hal dari fitrah (kesucian), yaitu memangkas kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), potong kuku, membersihkan ruas jari-jemari, mencabut bulu ketiak, mencukup bulu kemaluan dan istinjak (cebok) dengan air." (HR Imam Muslim). Dan juga bermakna agama Islam, sebagaimana hadits berikut ini :

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ وُلِدَ عَلىَ الفِطْرَةِ أَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِه

Tidak ada kelahiran bayi kecuali lahir dalam keadaan fitrah (Muslim). Lalu kedua orang tuanya yang akan menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi. (HR Imam Muslim)

 

 

2. Makna fithr...

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement