Jumat 05 Apr 2024 10:02 WIB

Makna Asmaul Husna Ash Shabur: Bersabar dan tidak Bergantung pada Manusia

Manfaat dan mudharat itu berasal dari Allah Ta'ala.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Seorang warga muslim di Masjid Asmaul Husna, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.
Foto: ANTARA/Fauzan
Seorang warga muslim di Masjid Asmaul Husna, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Grand Syekh Al-Azhar Mesir Ahmed Al Tayeb menyampaikan, ketika seorang Muslim mendapatkan kerugian atau malapetaka dari sesuatu, maka sungguh itu berasal dari Allah, bukan dari manusia. Ini dia jelaskan dalam program Al-Imam Al-Tayeb, sebagaimana dilansir laman Masrawy.

"Jika yang memberikan kerugian adalah Allah dan bukan orang lain, maka yang memberi manfaat juga adalah Allah. Ini merupakan bukti dari tauhid dan keyakinan bahwa Dia-lah satu-satunya yang memberi mudharat dan manfaat," tuturnya.

Baca Juga

Dia menjelaskan, manfaat dan mudharat itu berasal dari Allah Ta'ala, dan tidak ada seorang pun yang dapat memberi manfaat atau mudharat kepada orang lain. Dia menyinggung soal adanya beberapa orang yang percaya bahwa teman mereka atau atasan di tempat kerja dapat merugikan atau memberi manfaat kepada mereka.

"Padahal kenyataannya semuanya berada di tangan Allah Ta'ala, dan atasan atau teman adalah sebab dalam terwujudnya takdir, baik dalam bentuk mudharat maupun manfaat," katanya.

Ada sebab-sebab adanya manfaat dan mudharat. Para ulama termasuk Imam Al-Ghazali telah mengangkat perbincangan tentang sebab-sebab dan penyebabnya, untuk membuktikan apakah sebab tersebut memiliki peran atas terjadinya penyebab itu, atau apakah sebab tersebut hanyalah sarana yang ditentukan oleh perintah ilahi.

Sebagai contoh, ketika api menyentuh kapas...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement