Kamis 28 Mar 2024 14:30 WIB

Kecelakaan Beruntun di GT Halim Utama, Begini Tuntunan Adab Bepergian dalam Islam

Agar perjalanan yang dilakukan bernilai amal saleh, perlu dilakukan sesuai adab.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Pemudik memperlambat laju kendaraannya di KM 187 Ruas tol Cipali, Jawa Barat.
Foto: Prayogi/Republika.
Pemudik memperlambat laju kendaraannya di KM 187 Ruas tol Cipali, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bepergian merupakan kegiatan seseorang yang pergi meninggalkan rumah menuju lokasi tujuan, baik jaraknya dekat maupun jauh. Dalam Islam, ada hal-hal yang perlu kita perhatian agar perjalanan itu bermanfaat dan terhindar dari bahaya.

Rasulullah saw sendiri mengatakan bepergian atau safar merupakan sebuah siksaan karena akan ada risiko lapar, dahaga, dan kelelahan. Belum lagi risiko lainnya, seperti kemacetan hingga kecelakaan yang dapat menyebabkan luka- luka hingga korban jiwa.

Baca Juga

Oleh sebab itu, agar perjalanan yang dilakukan bernilai amal saleh, maka kita perlu melakukannya sesuai dengan adab Islam. Berikut adab bepergian, dikutip dari situs Muhammadiyah.

Adab Bepergian (Safar) dalam Islam

1. Persiapan

Ketika hendak bepergian, sebelumnya harus menetapkan niat terlebih dahulu, kemudian menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan selama dalam perjalanan. Jangan lupa untuk menyiapkan kesiapan fisik dan juga kendaran yang akan digunakan. 

2. Melakukan sholat sunnah safar dua rakat 

Hadits dari Mukmin bin Miqdad menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah berkata: “Tidaklah sesuatu yang sangat utama bagi seseorang yang hendak meninggalkan sesuatu pada keluarganya melebihi shalat 2 rakaat yang di tengah mereka kalau ia hendak bepergian,” (HR Thabrani).

3. Berpamitan

Berpamitan termasuk adab sebelum bepergian. Tujuannya agar kepergian kita diketahui dan mendapatkan ridha dan doa dari mereka yang ditinggalkan. Berpamitan juga merupakan bentuk penghormatan kita kepada keluraga di rumah.  

Selanjutnya...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement