Senin 25 Mar 2024 20:48 WIB

Kisah Setan Menjelaskan Bagaimana Caranya Menjadi Seperti Setan

Malas melakukan sholat adalah salah satu cara menjadi setan.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
 Malas melakukan sholat adalah salah satu cara menjadi setan. Foto:  Ilustrasi dosa dan balasan perbuatan maksiat di dunia
Foto: Dok Republika
Malas melakukan sholat adalah salah satu cara menjadi setan. Foto: Ilustrasi dosa dan balasan perbuatan maksiat di dunia

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Dalam sebuah kisah yang tertuang dalam kitab Fadhail Namaz, diceritakan pada zaman dahulu, setan dapat dilihat oleh seorang manusia. 

Manusia yang dapat melihat setan itu berkata kepada setan, "Beritahukan kepadaku, bagaimanakah caranya agar aku dapat menjadi seperti dirimu?" 

Baca Juga

Setan berkata, "Sampai hari ini, tidak ada seorang pun yang bertanya seperti itu padaku. Apa maksudmu?" Manusia itu menjawab, "Hatiku menginginkannya." 

Setan berkata, "Caranya, bermalas-malasan dalam sholat dan bersumpahlah sekehendakmu, baik benar maupun dusta." 

Orang itu kemudian menjawab, "Demi Allah, aku berjanji tidak akan bermalas-malasan dalam sholat dan tidak akan bersumpah." 

Setan menjawab, "Sungguh aku belum pernah berbicara dengan orang secerdik kamu. Aku berjanji, sekali-kali aku tidak akan lagi menasihati seorang manusia."

Kisah tersebut dilansir dari buku Fadhail Namaz yang disusun Syaikhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandahlawi Rahmatullahalaih dan diterjemahkan Tim Penerjemah Kitab Fadhilah Amal Masjid Jami Kebon Jeruk Jakarta, diterbitkan Pustaka Ramadhan.

Sholat adalah ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Tentu sholat adalah ibadah yang banyak mengandung keutamaan dan manfaat yang besar bagi yang mengerjakannya dengan baik dan benar.

Dalam sebuah hadits, dijelaskan bahwa sholat lima waktu ibarat seseorang mandi membersihkan diri lima kali sehari.

Imam Al Ghazali bernama asli Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan tentang manfaat sholat lima waktu.

فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا 

"Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS An Nisa Ayat 103).

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Lima sholat diwajibkan oleh Allah kepada segala hamba. Maka barangsiapa mengerjakan semuanya dan tidak menyia-nyiakan satupun daripadanya, dengan meringan-ringankan haknya, maka Allah janji bahwa ia akan masuk surga." (Dirawikan Imam Malik, Imam Ahmad dan lain-lain dari Ubbadah bin Ash Shamit).

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Perumpamaan sholat yang lima itu adalah seperti sebuah sungai yang tawar airnya yang meluap-luap. Seseorang mandi di sungai itu setiap hari lima kali. Apakah pendapatmu tentang orang itu, apakah masih ada kotoran di tubuhnya?" Para sahabat menjawab, "Tak ada sedikit pun."

Nabi Muhammad SAW berkata lagi, "Sesungguhnya sholat yang lima itu, menghilangkan dosa seperti air menghilangkan kotoran yang menempel di tubuh." (Dirawikan Imam Muslim dari Jabir).

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya sholat-sholat itu menghapuskan dosa yang terjadi di antaranya, selama bukan dosa besar." (Dirawikan Imam Muslim dari Abu Hurairah).

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement