Rabu 06 Mar 2024 20:20 WIB

Jangan Coba-coba Cela Abu Bakar, Sosok Ini Pernah 'Kualat' Benci Abu Bakar dan Umar 

Abu Bakar adalah sosok sahabat yang utama bagi Nabi Muhammad SAW

Rep: Rahmat Fajar / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi Sahabat Nabi. Abu Bakar adalah sosok sahabat yang utama bagi Nabi Muhammad SAW
Foto: MgIt03
Ilustrasi Sahabat Nabi. Abu Bakar adalah sosok sahabat yang utama bagi Nabi Muhammad SAW

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Abu Bakar Ash-Shiddiq salah satu sahabat utama Nabi Muhammad SAW. Abu Bakar mempunyai keistimewaan luar biasa dibandingkan sahabat-sahabat Nabi Muhammad lainnya. 

Bahkan saking cinta Nabi Muhammad SAW kepada Abu Bakar, ada sebuah cerita seseorang sakit setelah mendapatkan teguran dari Nabi Muhammad karena seseorang tersebut membeci Rasulullah SAW.

Baca Juga

Ahli hadis, As-Samarqandi dalam bukunya "200 Motivasi Nabi & Kisah Inspiratif Pembangun Jiwa" mengungkapkan tentang seseorang yang sakit setelah mendapatkan teguran Nabi Muhammad SAW karena membenci Abu Bakar. Diceritakan, Amir Ismail tidak menyukai Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Bahkan, ia secara terang-terangan memperlihatkan kebenciannya itu kepada Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

Pada suatu malam Ismail bermimpi bertemu Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar berdiri di sisi kanan dan kirinya. 

Adapun sahabat lainnya di depan dan sekitarnya. Di dalam mimpinya Rasulullah bersabda, "Wahai Ismail, apa yang kamu inginkan dari sahabat-sahabatku?" Ismail lalu terbangun ketakutan setelah mendengar suara lantang dan wibawa Rasulullah SAW.

Sejak itu badan Ismail panas dan itu berlangsung selama tujuh tahun. Tubuhnya kian hari semakin kurus.

Pada suatu hari, saudaranya, Nasr datang menjenguknya dan terjadilah percakapan antar keduanya. Nasr berkata, "Saudaraku, sakit yang engkau derita ini sudah sangat lama. Jika engkau menyukai seorang wanita, sebagaimana kebiasaan para raja, beritahu aku. Aku akan berusaha mendapatkannya untukmu." Ismail berkata, "Tidak, bukan itu. Semua ini karena wibawa dan suara lantang Rasulullah kepadaku ketika beliau bersanda, 'apa yang kamu inginkan dari sahabat-sahabatku?' Kemudian aku terbangun ketakutan, tiba-tiba tubuhku panas."

Mendengar jawaban Ismail, Nashr kemudian menemukan solusinya. Nashr meminta Ismail untuk bertobat. Ismail diminta meminta maaf kepada Allah Rasulullah. Lalu Ismail diminta mengeluarkan semua kebencian terhadap para sahabat-sahabat dari dalam hati. Lalu Ismail diminta mengganti kebencian itu dengan kecintaan. Dengan begitu, kata Nasr, Allah akan mengangkat penyakitnya.

Seketika itu, Ismail meminta maaf kepada Rasulullah SAW dan cinta kepada para sahabat. Allah SWT kemudian menyembuhkan Ismail dari sakitnya tak lebih dari sepekan. 

Kisah tersebut, kata As-Samarqandi membuktikan kebenaran riwayat tentang Rasulullah pernah ditanya, "Seluruh manusia berdiri mengantri untuk dihisab di hari kiamat." Rasulullah bersabda, "Ya, kecuali Abu Bakar. Kepadanya dikatakan 'Jika engkau mau, duduklah, lalu berikanlah syafaat kepada umat manusia. Atau, jika engkau mau, masuklah ke dalam surga."

Diriwiyatkan Rasulullah bersabda, "Di hari kiamat, manakala penghuni surga sudah menetap di surga dan penghuni neraka sudah menetap di neraka, akan datang kepada para penghuni neraka bau yang tidak sedap. Itu menambah berat siksaan mereka 70 kali lipat. Mereka bertanya-tanya 'Bau apa ini?' Malaikat berkata kepada mereka, 'Ini adalah bau orang-orang yang membenci Abu Bakar dan Umar.'"

Baca juga: Diisyaratkan Alquran, Para Ilmuan Ungkap Keajaiban Padang Pasir Terkini Ada di Maroko

Abu Bakar memang sosok sahabat yang istimewa. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan Abu Sa'id al-Khudri berkata, Rasulullah SAW bersabda:  

إن من أمن الناس علي في صحبته وماله أبا بكر، ولو كنت متخذا خليلا من أمتي لاتخذت أبا بكر، إلا خلة الإسلام، لا يبقين في المسجد خوخة إلا خوخة أبي بكر

"Sesungguhnya orang yang paling banyak mendermakan hartanya (untuk perjuanganku) dan paling setiap bersahabat denganku adalah Abu Bakar. Andai saja aku diperkenankan mengangkat seorang khalil (kekasih), niscaya aku akan mengangkat Abu Bakar sebagai khalil-ku. Akan tetapi, persaudaraan dalam Islam dan kecintaannya (itu lebih baik). Tidaklah ada yang tersisa di masjid selain pintu Abu Bakar." (HR al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa'i dan Ahmad).

photo
Infografis Tiga Teladan Sahabat dalam Berinfak - (Infografis Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement