Jumat 01 Mar 2024 20:42 WIB

Alasan dan Hikmah Nabi Muhammad SAW Menikahi Aisyah

Nabi Muhammad SAW menikahi istrinya Aisyah pada saat umurnya masih sangat belia.

Rep: Mgrol150/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad
Foto: Dok Republika
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Nabi Muhammad SAW menikahi istrinya Aisyah pada saat umurnya masih sangat belia. Aisyah merupakan istri ketiga Nabi Muhammad SAW. Aisyah seorang putri dari pasangan Abu Bakar As-Siddiq dan Ummu Ruman. Terdapat alasan dan hikmah Nabi Muhammad SAW menikahi Aisyah.

“Allah menurunkan wahyu untuk meminta Nabi menikahi Sayyidah Aisyah, maka dinikahkanlah pada saati itu Nabi dengan Aisyah. Dalam usia 6 ke 7 tahun dipinggit (dinikahi tetapi tidak dipergauli) oleh Nabi. Nanti setelah tumbuh dalam kondisi yang sesuai, baru disatukan dalam satu rumah yang sama,” kata Ustadz Adi Hidayat, dikutip dari akun Youtube pribadinya, Adi Hidayat Official, Jumat (1/3/2024).

Baca Juga

Dalam sebuah Hadits Riwayat Bukhari, Nabi Muhammad SAW berkata kepada Aisya,

“Aku melihat engkau (Aisyah) dalam mimpi sebanyak dua kali. Aku melihat engkau berada dalam bilik yang diperbuat daripada kain sutera. Ada suara berkata, ‘Inilah istrimu.’ Kemudian aku menyingkap tirai muka itu dan terlihat jelas wajahmu.’ Maka aku katakan, “Sesungguhnya kejadian ini adalah atas kehendak Allah Swt.”

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, bahwa pernikahan Nabi Muhammad SAW merupakan pernikahan yang dibimbing oleh wahyu dan bukan pernikahan biasa. Maka dari itu, pola berpikirnya dialihkan kepada kebijakan Allah SWT untuk mengetahui hikmah dan jangan keinginan Allah SWT dipaksa mengikuti keinginan manusia. Karena Allah SWT mengetahui masa depan dibandingkan pengetahuan manusia yang terbatas.

“Yang Allah inginkan dari Nabi Muhammad melalui Sayyidah Aisyah bukan keturunan, tapi Allah menginginkan seluruh ilmu Nabi terkait dengan fiqih – fiqih kehidupan, khususnya perempuan, diturunkanlah lewat Sayyidah Aisyah. Karena Aisyah punya keunggulan photographic memory. Apa yang dilihat langsung ingat dan langsung terekam,” kata Ustadz Adi Hidayat.

Maka dari itu, hikmah Sayyidah Aisyah diperintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menikahinya sejak usia yang masih sangat dini bukan tentang persoalan seksualitas, bukan sekedar persoalan rumah tangga. Allah SWT menginginkan semua ilmu – ilmu yang diajarkan Nabi Muhammad SAW terkait fiqih perempuan dapat diwarisi oleh Aisyah untuk disampaikan kepada umat islam, bahkan hingga Nabi Muhammad SAW telah meninggal dunia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement