Jumat 01 Mar 2024 05:55 WIB

Ahli dari Vatikan Sebut Alquran Sebagai Referensi Penting Keberadaan Kota Iram

Ahli dari Vatikan menyebut Kota Iram dan bangsa Ad saling berhubungan.

Rep: Fuji Eka Permana, Nashih Nasrullah/ Red: Erdy Nasrul
Prasasti Ebla berbahasa Semitik yang paling tua yakni Eblaite.
Foto: Tangkapan Layar
Prasasti Ebla berbahasa Semitik yang paling tua yakni Eblaite.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seorang ahli arkeologi dan sejarah kuno dari Vatikan, kota tempat pemimpin tertinggi umat katolik berada, menyebutkan bahwa Alquran merupakan referensi penting yang menyebutkan keberadaan Kota Iram. 

Ilmuwan bernama Dr Dahood dari Vatikan mengatakan, “Between Ebla Tablets (2500 BC) and The Quran (625 CE), there is no other references to this triad cities.” Artinya, selain prasasti Ebla dan Alquran, tidak ada rujukan lain yang menunjukkan eksistensi tiga serangkai kota ini, yakni Samud, Aad, dan Iram) (Pettinato and Dahood, 1981).

Baca Juga

Kesimpulan itu menunjukkan Alquran adalah bukti nyata yang memecahkan misteri Kota Iram yang sempat dipertanyakan oleh sejumlah ilmuwan. Salah satunya Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah. Dia sempat bertanya-tanya, bagaimana ceritanya ada Kota Iram, sementara orang-orang tua (di Arab dan sekitarnya), termasuk para musafir dan sebelumnya, tidak pernah mengetahui di mana letak kota itu berada. Sebab Ibnu Khaldun sangat berpegangan kepada tradisi dan kaul orang secara turun temurun untuk memecahkan suatu misteri dan mengetahui suatu tradisi dan sejarah.

Terkait dengan Kota Iram dan bangsa Ad, Alquran mengatakan sebagai berikut, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

 

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِالَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُههَا فِى الْبِلَادِوَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ

"Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) Aad, (yaitu) penduduk Iram (ibu kota kaum Aad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang sebelumnya tidak pernah dibangun (suatu kota pun) seperti itu di negeri-negeri (lain)? (Tidakkah engkau perhatikan pula kaum) Samud yang memotong batu-batu besar di lembah)." (QS Al-Fajr Ayat 6-9)

Penjelasan ayat ini sebagaimana dikutip dari Tafsir Kementerian Agama adalah sebagai berikut:

Allah hancurkan kaum 'ad, yaitu penduduk kota iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi dan bentuk fisik yang kuat. 8. Itulah kota dengan bangunan-bangunan megah yang pada masanya belum pernah dibangun seperti itu megahnya di negeri-negeri lain.

Prasasti kuno

Penegasan ilmiah tentang eksistensi bangsa Aad, kota Iram, dan bangsa Samud didapat setelah ditemukannya prasasti Ebla yang berasal dari  4500 tahun lalu, serta terungkapnya pernyataan yang tertulis pada prasasti Ebla.

Untuk diketahui, bangsa Aad adalah kaum Nabi Hud Alaihissalam, dan bangsa Samud adalah umat Nabi Saleh Alaihissalam.

 

Lihat halaman berikutnya >>> 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement