Kamis 29 Feb 2024 18:51 WIB

Sahabat Nabi Muhammad: Abbad Sang Penakluk Tongkat Bercahaya (Bagian I)

Sahabat Nabi Muhammad Abbad dikenal sangat setia.

Rep: mgrol151/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi sahabat nabi berjalan di tengah padang pasir.
Foto: Pixabay
Ilustrasi sahabat nabi berjalan di tengah padang pasir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah seorang sahabat Nabi dari kalangan Anshar yang ikut serta dalam Perang Badar, Perang Uhud, dan perang-perang lainnya bersama Rasulullah, yaitu Abbad ibn Bisyr ibn Waqasy.

Menurut Aisyah, Abbad termasuk sahabat Nabi yang utama dari Anshar. Selain Abbad, ada juga Sa’d ibn Muaz, Usaid ibn Hudhair, dan Abbad bin Bisyr. 

Baca Juga

Abbad ibn Bisyr ibn Waqash merupakan keturunan Bani Asyahli, yang mempunyai dua nama Abi Bisyr dan Abu al-Rabi. 

Sebagaimana disebutkan dalam Al-A’lam karya Khairuddin bin Mahmud bin Muhammad az-Zirakli (w. 1396 H),  Abbad bin Bisyr terlahir pada tahun 33 sebelum hijriah dan meninggal dunia pada tahun 12 H di Yamamah.

 

Kala itu, Abbad menjadi seseorang yang mengorbankan dirinya untuk Rasulullah bersama Ammar bin Yasir. Abbad mendapatkan serangan dari seorang suami wanita musyrik yang menjadi korban pada Perang Dzatur Riqa.

Perang Dzatur Riqa’ merupakan perang melawan Bani Muharib, Bani Tsa’labah, dan Bani Ghatarah yang terjadi di dekat perkebunan kurma, sebelah utara daerah Khaibar, 100 km dari kota Madinah.

Setelah melakukan perang, Nabi Muhammad bersama kedua sahabatnya memutuskan untuk tidak langsung pulang ke rumahnya, melainkan beristirahat di daerah tempat peperangan. 

 

Bersambung

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement