Selasa 27 Feb 2024 16:45 WIB

Abu Bakar: Orang Minum Miras Membuang Kehormatan dan Wibawanya

Abu Bakar As-Shiddiq Radhiyallahu anhu adalah orang yang sangat pandai menjaga diri.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Perjalanan hijrah Nabi Muhammad bersama Abu Bakar dari Makkah ke Madinah (ilustrasi).
Foto: google.com
Perjalanan hijrah Nabi Muhammad bersama Abu Bakar dari Makkah ke Madinah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Abu Bakar As-Shiddiq Radhiyallahu anhu adalah orang yang sangat pandai menjaga diri sejak masa jahiliyah, yakni masa sebelum Nabi Muhammad SAW menyampaikan ajaran agama Islam. Abu Bakar As-Shiddiq mengharamkan khamar atau minuman keras (miras) yang memabukan atas dirinya sendiri. 

Hal ini sebagaimana diriwayatkan Aisyah Radhiyallahu anha, "Abu Bakar telah mengharamkan khamar atas dirinya sendiri. Dia tidak meminumnya pada masa jahiliyah ataupun pada masa keislamannya."

Baca Juga

Aisyah Radhiyallahu anha bercerita, "Pada masa jahiliyah, Abu Bakar pernah melewati seorang laki-laki mabuk yang kemudian meletakkan tangannya di atas kotoran dan mendekatkan kotoran tersebut ke mulutnya. Ketika tercium bau busuk, dia menjauhkannya."

"(Melihat orang mabuk itu) Abu Bakar lantas berkata: Orang ini tidak sadar atas apa yang dilakukannya. Setelah mencium bau busuk, barulah dia menjauhkannya. Seketika itulah Abu Bakar mengharamkan khamar atas dirinya.”

Ada seseorang yang bertanya kepada Abu Bakar, "Apakah engkau pernah meminum khamar pada masa jahiliyah?” 

Abu Bakar menjawab, “Aku berlindung kepada Allah.” 

Orang itu bertanya lagi, “Kenapa?”

Abu Bakar menjawab, “Aku menjaga kehormatan dan wibawaku karena sesungguhnya orang yang meminum khamar adalah orang yang membuang kehormatan dan wibawanya sendiri."

Dilansir dari buku 150 Kisah Abu Bakar As-Shiddiq yang ditulis Ahmad Abdul Al Al-Thahthawi yang disunting, diterjemahkan dan diterbitkan kembali PT Mizan Pustaka, 2016. Dijelaskan bahwa Abu Bakar As-Shiddiq juga tidak pernah menyembah berhala di zaman jahiliyah.

Abu Bakar pernah bercerita kepada para sahabat Rasulullah SAW, “Aku tidak pernah sujud di hadapan berhala sekalipun ketika aku telah menginjak usia akil baligh." 

"Saat itu Abu Quhafah (gelar ayah Abu Bakar, penerjemah) menarik tanganku dan mengajakku ke tempat berhala-berhala. Dia berkata kepadaku: Ini adalah sesembahanmu yang maha tinggi. Lalu dia pergi dan meninggalkanku sendiri."

"Aku (Abu Bakar) mendekati berhala itu dan berkata: Sungguh aku lapar. Berilah aku makan. Berhala itu diam tidak menjawab. Aku berkata lagi: Sungguh aku tidak memiliki pakaian, berilah aku pakaian. Berhala itu pun tetap diam dan tidak menjawab permintaanku. Maka, aku lemparkan batu besar ke arahnya, hingga berhala itu jatuh tersungkur di hadapanku (tanpa daya dan upaya, penerjemah)."

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement