Selasa 20 Feb 2024 18:24 WIB

Empat Pedoman Pergaulan Sesama Muslim Menurut Al Ghazali

Allah sudah jelas tidak menyukai manusia yang sombong.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Empat Pedoman Pergaulan Sesama Muslim Menurut Al Ghazali. Foto:   Teladan Imam Ghazali dalam tradisi ilmiah (ilustrasi),
Foto: republika
Empat Pedoman Pergaulan Sesama Muslim Menurut Al Ghazali. Foto: Teladan Imam Ghazali dalam tradisi ilmiah (ilustrasi),

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Agama Islam mempunyai pedoman-pedoman yang patut diikuti dalam pergaulan sesama Muslim. Pedoman tersebut tentu bernilai positif sehingga akan bermanfaat terhadap diri sendiri dan orang lain.

Imam Al Ghazali dalam Ihya 'Ulumudin mengungkapkan beberapa pedoman pergaulan terhadap sesama Muslim. Empat di antaranya adalah mencintai apa yang dicintai kaum mukmin lainnya.

Baca Juga

Sebab Rasulullah bersabda, "Seorang Muslim dengan Muslim lainnya ibarat satu badan dalam hal kasih sayang dan simpati. Apabila salah satu anggota badan merasa sakit, maka seluruh badan aman merasakan sakit dan tidak bisa tidur serta menderita demam."

Pedoman lainnya yakni seorang Muslim tidak boleh melukai hati Muslim lainnya atau mencelakakannya baik karena perkataan maupun melalui perbuatan. Menurut sabda Rasulullah, "Seorang Muslim adalah orang yang lidah dan tangannya tidak mencelakakan kaum Muslim lainnya.'

 

Dan selanjutnya adalah memiliki sikap rendah hati kepada setiap orang Muslim. Al-Ghazali mengatakan hendaknya seorang Muslim tidak memperlakukan saudara Muslim secara kasar serta tidak menyombongkan diri di hadapan mereka.

Menurut Al Ghazali, Allah sudah jelas tidak menyukai manusia yang sombong. Nabi Muhammad Saw bersabda, "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menurunkan wahyu kepadaku, 'saling berendah-hatilah kalian satu sama lain. Dan apabila ada orang yang menyombongkan diri kepada kalian, maka bersabarlah."

Pedoman Islam tentang pergaulan sesama Muslim adalah menghindari perselisihan dan pertengkaran. Islam melarang umat Islam tidak bertegur sama lebih dari tiga hari apabila sedang marah kepada orang lain. Lebih memaafkan daripada harus tidak bertegur sapa.

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa memaafkan kesalahan seorang Muslim, niscaya Allah akan memaafkan kesalahannya pada Hari Kiamat nanti."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement