Senin 19 Feb 2024 16:16 WIB

Syaban, Bulan yang Digemari Nabi Muhammad untuk Berpuasa Sunnah

Bulan Syaban merupakan bulan ke-8 kalender Hijriyah.

Rep: Mgrol150/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi Bulan Syaban di Tahun Hijriyah
Foto: Dom
Ilustrasi Bulan Syaban di Tahun Hijriyah

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Bulan Syaban merupakan bulan ke-8 kalender Hijriyah yang berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan yang tepat untuk membersihkan segala dosa dengan melakukan ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW seperti, berpuasa. Berpuasa pada bulan Syaban dapat dilakukan sebanyak-banyaknya sesuai kemampuan dan tidak ada ketentuan hari.

“Kesaksian Aisyah R.A mengatakan; saya tidak pernah melihat Nabi (Muhammad) SAW menyempurnakan puasa penuh selama sebulan kecuali Ramadhan, dan tidak pernah saya menyaksikan Nabi (Muhammad) SAW meningkatkan, memperbanyak puasa sunnah kecuali di bulan sya'ban," kata Ustadz Adi Hidayat dikutip dari akun Youtube Pribadinya, Adi Hidayat Official, Senin (19/02/2024).

Baca Juga

Nabi Muhammad SAW biasa berpuasa setiap bulannya sebanyak tiga hari. Terkadang beliau menunda puasa tersebut hingga beliau mengumpulkannya pada bulan Syaban.  Apabila memasuki bulan Syaban sedangkan di bulan-bulan sebelumnya beliau tidak melakukan beberapa puasa sunnah, maka beliau mengqodho’nya ketika itu. Sehingga puasa sunnah beliau menjadi sempurna sebelum memasuki bulan Ramadhan berikutnya.

“Jadi puasa bukan hanya melatih kita tahan lapar dan haus tapi puasa juga melatih kita untuk meningkatkan kedekatan kita dengan Allah Swt, untuk itulah orang yang membiasakan puasa di bulan Syaban secara fisik Ramadhan tidak akan kaget, secara fisik energinya bisa diarahkan untuk ibadah alih-alih membiasakan boleh menahan lapar dan haus. Orang yang meningkatkan ibadah ritual, intelektual, fisikalnya di bulan Sya’ban, maka saat masuk Ramadhan dia terbiasa,” ujar Ustadz Adi Hidayat.

Puasa pada bulan Syaban merupakan momen amal-amal yang manusia lakukan diterima oleh Allah SWT. Maka dari itu Rasulullah SAW sering berpuasa pada bulan Syaban.

Dalam sebuah hadits disebutkan Usamah bin Zaid RA bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa pada bulan Syaban."

Rasulullah SAW menjawab, "Bulan itu (Syaban) adalah bulan yang dilupakan oleh manusia, yaitu bulan di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Tuhan semesta alam. Aku suka amal-amalku diangkat, sementara aku sedang berpuasa." (HR Abu Daud dan Nasai)

“Tercatat dan terdokumentasikan dalam kitab-kitab Hadist bahwa Nabi (Muhammad) SAW banyak menunaikan puasa di bulan Syaban. Jadi bukan tanpa alasan puasa itu, tapi puasa yang dicontohkan langsung oleh nabi untuk menyiapkan dan mengadaptasikan fisik kita menjelang Ramadhan,” ujar Ustadz Adi Hidayat.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement