Jumat 16 Feb 2024 13:45 WIB

Kalimat Pertama Umar Bin Abdul Aziz Saat Jadi Pemimpin

Umar bin Abdul Aziz dikenal sebagai pemimpin bijaksana.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi Umar bin Abdul Aziz
Foto: Artwallpaper.eu/ca
Ilustrasi Umar bin Abdul Aziz

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suatu ketika dikisahkan, Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik mengumpulkan sejumlah menteri utamanya. Mereka diminta menyampaikan baiat untuk khalifah penggantinya.

Selain sang khalifah, semua menteri utamanya tidak ada yang tahu siapa yang akan menggantikan Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik. Akan tetapi, sang khalifah sudah menulis surat wasiat yang tertutup rapat, dalam surat itu ditulis nama khalifah penggantinya.

Baca Juga

Setelah Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik wafat pada 24 September 717. Kemudian surat wasiatnya dibuka.

“Bismillahirrahmanirrahim. Ini adalah surat keputusan dari hamba Allah, Sulaiman bin Abdul Malik, Amirul Mukminin untuk Umar bin Abdul Aziz. Sesungguhnya, aku telah mengangkatnya sebagai khalifah setelahku dan setelah dia (Umar) adalah Yazid bin Abdul Malik. Maka dengarkanlah dan taatilah dia, serta bertakwalah kepada Allah. Jika kalian berpecah belah, musuh akan mudah menundukkan kalian.” (Surat wasiat Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik)

 

Singkat cerita, Umar bin Abdul Aziz mengetahui isi surat tersebut bahwa dirinya ditunjuk menjadi khalifah selanjutnya. Tentu saja Umar bin Abdul Aziz kaget.

Ketika Umar bin Abdul Aziz mengetahui itu dengan perasaan kaget, langsung mengucapkan, “Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un.” 

Padahal para petinggi dan tokoh Muslim sudah merasa gembira dengan berita diangkatnya Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah. Mereka pun tetap meminta Umar bin Abdul Aziz untuk melaksanakan amanah kepemimpinan. 

Pada akhirnya, Umar bin Abdul Aziz yang gemar menuntut ilmu-ilmu agama itu mau menerima jabatan khalifah. Setelah dibaiat, Umar bin Abdul Aziz berpidato di hadapan rakyat.

“Aku tidak menghendaki jabatan khalifah. Aku tidak pernah diajak musyawarah atas jabatan itu, juga tidak pernah memintanya. Maka cabutlah baiat itu dan pilihlah yang kalian kehendaki,” demikian kata Umar bin Abdul Aziz.

Akan tetapi, serempak masyarakat yang menghadiri pidatonya berteriak, “Sungguh kami memilih engkau (Umar bin Abdul Aziz), wahai Amirul Mukminin.” 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement