Kamis 08 Feb 2024 22:06 WIB

Sejarah Abu Bakar Mendapat Gelar Ash Shiddiq adalah karena Peristiwa Isra Miraj

Abu Bakar tanpa keraguan meyakini Isra Miraj.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
Abu Bakar tanpa keraguan meyakini Isra Miraj. Foto:   Sahabat Nabi (ilustrasi)
Foto: Dok Republika
Abu Bakar tanpa keraguan meyakini Isra Miraj. Foto: Sahabat Nabi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Abu Bakar Ash Shiddiq memiliki nama lengkap Abdullah bin Utsman bin Amir bin Ka'ab At Taimi Al Qurasyi atau Abdul Ka’bah sebelum dia memeluk Islam. Lalu Rasulullah menamainya Abdullah dan ia diberi gelari Ash Shiddiq (yang membenarkan) dan mulai terbiasa dipanggil Abu Bakar.

Abu Bakar lahir di Makkah dua tahun beberapa bulan setelah kelahiran Nabi Muhammad saw. la berkulit putih, kurus, matanya cekung, badannya bungkuk, rambutnya lebat, dan suka menyemir rambutnya dengan bahan pewarna al hinna dan katam.

Baca Juga

Seorang laki-laki tua dari suku Al Azd, Yaman, pernah menyampaikan kepada Abu Bakar as berita tentang dekatnya waktu akan diutusnya Nabi akhir zaman. la adalah orang pertama yang menolong dan membenarkannya. Berita yang sama pernah disampaikan oleh Waraqah ibn Naufal kepadanya.

Abu Bakar adalah laki-laki pertama yang beriman kepada Rasulullah. Abu Bakar juga sahabat yang pertama kali membenarkan peristiwa Isra Nabi Muhammad SAW.

 

Sekitar satu tahun setelah meninggalnya Abu Thalib dan Siti Khadijah, Nabi Muhammad mengalami peristiwa luar biasa yang disebut dengan peristiwa Isra Mikraj. Dengan kekuasaan Allah, Nabi Muhammad melakukan Isra. Isra yaitu perjalanan beliau dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina. Selanjutnya beliau melakukan Miraj, yaitu perjalanan dari Masjidil Aqsha menuju langit ke tujuh di Sidratul Muntaha. 

Dalam perjalanan ini Nabi Muhammad mendapat perintah dari Allah untuk melaksanakan shalat wajib lima waktu. Perjalanan Isra Miraj ini beliau lakukan hanya dalam waktu satu malam. Perintah shalat lima waktu dan peristiwa Isra Miraj tersebut kemudian Nabi Muhammad sampaikan kepada pengikutnya. Berita ini pun kemudian menyebar, terutama berita tentang Isra Miraj.

Isra Miraj ini menjadi ujian bagi kaum Muslimin. Kaum Quraisy penentang Islam tidak percaya dengan terjadinya peristiwa Isra Miraj. Mereka justru menggunakan peristiwa tersebut untuk mengolok-olok Nabi Muhammad. Selain itu pengikut Nabi Muhammad yang masih lemah imannya juga tidak mempercayai Isra Miraj. Sebagian dari mereka kemudian murtad dan keluar dari ajaran Islam.

Dalam kesimpang-siuran peristiwa Isra Miraj, ada seorang sahabat Nabi Muhammad yang percaya terhadap terjadinya peristiwa tersebut. la adalah Abu Bakar. Abu Bakar yakin tanpa keraguan bahwa Isra Miraj yang dilakukan Nabi Muhammad itu benar. la mengatakan bahwa seandainya Nabi Muhammad mengalami peristiwa yang lebih hebat dari Isra Miraj, maka ia tetap percaya.

Kepercayaan ini menunjukkan kepercayaan dan kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad karena beliau adalah manusia yang terjamin kejujurannya. Karena kepercayaannya tersebut, Abu Bakar kemudian diberi gelar Ash Shidiq. Karena keyakinan Abu Bakar ini pula, keyakinan kaum Muslimin kembali kuat.

Tentang Abu Bakar, Nabi pernah mengatakan, "Sesungguhnya tidak ada seorang pun di antara manusia yang sanggup berkorban dengan diri dan hartanya karena aku selain dari Abu Bakar ibn Abi Quhafah. Sekiranya aku ingin mengambil seorang kekasih, aku akan mengambil Abu Bakar sebagai kekasihku. Akan tetapi persaudaraan Islam lebih utama. Hendaklah kalian menutup semua pintu yang ada di masjid ini kecuali pintu Abu Bakar" (HR Bukhari).

Abu Bakar tidak pernah absen mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah SAW. Putrinya, Aisyah, ummul mukminin, adalah wanita yang paling dicintai oleh Rasulullah.

Tercatat beberapa nama sahabat yang masuk Islam melalui tangannya. Di antara mereka adalah Zubair bin Awwam, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Sa'ad bin Abi Waqqash, Thalhah bin Ubaydillah, dan Abu Ubaydah bin Al-Jarrah. Mereka semua termasuk orang-orang yang mendapat jaminan masuk surga.

Abu Bakar as adalah salah satu di antara sepuluh sahabat yang memperoleh jaminan masuk surga. la pernah memerdekakan tujuh orang budak dan mereka semua pernah disiksa karena memperjuangkan Islam. Mereka adalah Bilal, Amir ibn Fuhairah, Zunairah, Nahdiyah dan putrinya, Jariyah binti Mu'ammil, dan Ummu Ubays.

Abu Bakar adalah amir yang pertama kali haji dalam Islam dan orang yang pertama menjadi imam shalat setelah wafatnya Nabi Muhammada saw.

Setelah Nabi SAW wafat, kaum muslimin mengalami kegoncangan. Abu Bakar dengan tegas mengatakan, "Barang siapa di antara kalian yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah mati. Dan barang siapa menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Hidup, tidak mati." Allah telah meneguhkan hati kaum muslimin berkat pernyataannya ini.

Sumber:

Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah karya Syaikh Muhammad Sa'id Mursi

Cerita-Cerita Al-Qur'an Penuh Hikmah karya Albi Kustaman dan Anggit Kurniadi

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement