Kamis 08 Feb 2024 00:27 WIB

Takdir Sudah Ditentukan, Mengapa Susah Payah Usaha? Ini Penjelasan Qurasih Shihab

Takdir manusia tidak lepas dari ketentuan Allah SWT.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Erdy Nasrul
Sholat sebagai upaya memohon takdir kebaikan.
Foto: Canva
Sholat sebagai upaya memohon takdir kebaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kebanyakan orang memahami takdir merupakan ketentuan Allah sudah ditetapkan. Sehingga pandangan kebanyakan masyarakat awam bahwa setiap manusia sudah mempunyai takdirnya masing-masing. Lalu apa tujuannya manusia perlu berusaha jika memang Allah sudah menentukan takdir seseorang? Dan apa arti penilaian Allah terhadap usaha manusia?

Ahli tafsir Alquran, Prof Quraish Shihan dalam bukunya "Menjawab...? 1001 Soal Keislaman Yang Patut Anda Ketahui" Pertanyaan" menjelaskan makna takdir itu sendiri. Ia mengatakan takdir sejatinya bukan seperti pemaknaan kebanyakan orang yakni segala sesuatu sudah ditetapkan Allah.

Baca Juga

Prof Quraish mengatakan kata takdir berasal dari 'qaddara' yang antara lain berari kadar atau ukuran. Maka maksud dari "Allah Menakdirkan" adalah Allah memberikan kadar, ukuran atau batas tertentu dalam diri, sifat dan kemampuan makhluk-Nya.

Menurutnya segala sesuatu baik itu besar maupun kecil sesuai takdir. Prof Quraish mencontohkan dua ayat al-Quran dalam Surah al-Furqan ayat 2:

 

الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهٗ تَقْدِيْرًا

Allażī lahū mulkus-samāwāti wal-arḍi wa lam yattakhiż waladaw wa lam yakul lahū syarīkun fil-mulki wa khalaqa kulla syai'in fa qaddarahū taqdīrā(n).

Artinya: "(Yaitu Zat) yang milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, (Dia) tidak mempunyai anak, dan tidak ada satu sekutu pun dalam kekuasaan(-Nya). Dia telah menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat."

Kemudian ayat 38 Surah Yasiin: وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۗذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِۗ

Wasy-syamsu tajrī limustaqarril lahā, żālika taqdīrul-‘azīzil-‘alīm(i).

Artinya: "(Suatu tanda juga atas kekuasaan Allah bagi mereka adalah) matahari yang berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui."

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement