Rabu 07 Feb 2024 05:36 WIB

Menganggap Diri Lebih Tinggi dari Orang Miskin? Ingat Pesan Nabi Muhammad Ini

Kemiskinan kerap dipandang sebelah mata.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
Kemiskinan (ilustrasi)
Foto: Act
Kemiskinan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Setiap orang terkadang terjerumus pada perbuatan-perbuatan dosa terselubung yang jarang disadari. Salah satu di antaranya menganggap diri lebih hebat atau merasa punya keunggulan lebih dari orang lain.

Dalam sebuah hadits, dikisahkan bagaimana seorang sahabat merasa lebih unggul dari orang-orang lain. Kemudian keunggulan tersebut seolah dipatahkan oleh pertanyaan Nabi Muhammad SAW, sebagaimana terkandung dalam hadits berikut ini:

Baca Juga

 عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ رَأَى سَعْدٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ لَهُ فَضْلًا عَلَى مَنْ دُونَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ تُنْصَرُونَ وَتُرْزَقُونَ إِلَّا بِضُعَفَائِكُمْ

Diriwayatkan dari Mush'ab bin Saad, dia berkata bahwa Saad menganggap dirinya memiliki keunggulan dibandingkan orang lain. Kemudian Nabi SAW bersabda, "Tidaklah kalian ditolong dan diberi rezeki melainkan karena adanya (doa) orang-orang yang lemah (di antara) kalian." (HR. Bukhari)

 

Berdasarkan hadits shahih tersebut, diketahui bahwa bersikap baik yakni menolong orang-orang beriman yang lemah dan tertindas itu merupakan salah satu faktor datangnya rezeki dan keselamatan dari Allah SWT.

Hal inilah yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits riwayat Mush'ab bin Saad itu, bahwa bersikap baik kepada orang-orang lemah adalah salah satu faktor yang mendatangkan rezeki yang berlimpah, keberkahan dalam berwirausaha, dan bertambahnya harta.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Darda, Nabi Muhammad SAW bersabda:

ابغوني الضُّعفاءَ، فإنَّما تُرزَقونَ وتُنصَرونَ بضُعفائِكُم

"Carilah aku pada orang-orang lemah. Sungguh kalian mendapat rezeki dan pertolongan karena keberadaan orang-orang lemah di antara kalian." (HR. Abu Daud, dan At Tirmidzi)

Kemiskinan dan semacamnya adalah salah satu hal dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Namun hadits tersebut menunjukkan bahwa kalangan orang miskin mendapat perhatian yang penuh dari Nabi Muhammad SAW.

Hadits riwayat Abu Darda tersebut, mengandung peringatan bagi siapapun, khususnya orang-orang mampu, untuk tidak bersikap sombong pada orang-orang miskin maupun orang-orang lemah. Justru seorang Muslim yang mampu harus mengulurkan kasih sayangnya kepada orang-orang lemah. Karena ada keutamaan yang besar pada diri orang-orang yang lemah.

Ketika seorang Muslim mendekatkan diri kepada orang-orang lemah, memeriksa keadaan mereka, menjaga hak-hak mereka, dan bersikap baik melalui perbuatan maupun perkataan, maka Allah SWT akan memberi rezeki dan juga pertolongan kepada orang-orang yang telah berbuat baik kepada orang-orang miskin.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement