Senin 05 Feb 2024 11:52 WIB

Tiga Gambaran Dahsyatnya Kiamat dan Efeknya Terhadap Kaum Ibu

Betapa dahsyatnya kehancuran yang terjadi pada hari kiamat.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Kiamat (ilustrasi)
Foto: Blogspot.com
Kiamat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Betapa dahsyatnya kehancuran yang terjadi pada hari kiamat. Alquran banyak menggambarkan keadaan saat terjadi hari kiamat, tapi yang terjadi pastilah lebih dahsyat dari gambaran yang selama ini kita bayangkan.

Dalam Surat Al-Hajj Ayat 2 dijelaskan gambaran dahsyatnya hari kiamat dan efeknya terhadap kaum ibu yang sedang menyusui anaknya dan sedang hamil.

Baca Juga

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْۚ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ 

 

Yā ayyuhan-nāsuttaqū rabbakum, inna zalzalatas-sā‘ati syai'un ‘aẓīm(un).

Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya guncangan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang sangat besar. (QS Al-Hajj Ayat 1)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ اَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمْ بِسُكٰرٰى وَلٰكِنَّ عَذَابَ اللّٰهِ شَدِيْدٌ 

Yauma taraunahā tażhalu kullu murḍi‘atin ‘ammā arḍa‘at wa taḍa‘u kullu żāti ḥamlin ḥamlahā wa taran-nāsa sukārā wa mā hum bisukārā wa lākinna ‘ażāballāhi syadīd(un).

Pada hari kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui melupakan anak yang disusuinya, setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya dan kamu melihat manusia mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. Akan tetapi, azab Allah itu sangat keras. (QS Al-Hajj Ayat 2)

Dalam ayat ini diterangkan betapa dahsyatnya peristiwa yang terjadi pada hari kiamat itu dan betapa besar pengaruhnya kepada seseorang. Surat Al-Hajj Ayat 2 sebagaimana diterangkan dalam tafsir Kementerian Agama, pengaruh kiamat di antaranya yang pertama, pada hari kiamat ibu yang sedang menyusui anaknya lalai dari anaknya. Padahal hubungan antara ibu dan anak adalah hubungan yang paling dekat dibandingkan dengan hubungan manusia dengan manusia yang lain. 

Demikian pula hubungan kasih sayang ibu dengan anaknya adalah hubungan kasih sayang yang tidak akan putus-putusnya. Di antara perwujudan hubungan kasih sayang ibu dengan anaknya itu adalah ibu menyusui tanpa pamrih untuk anaknya yang masih kecil dan air susu ibu itu merupakan makanan pokok bagi si bayi. Tanpa adanya makanan itu si bayi bisa mati kelaparan dan hal ini benar-benar disadari akibatnya oleh setiap ibu. Karena itu ibu berkewajiban menyusui anaknya yang merupakan jantung hatinya itu, setiap saat yang diperlukan. 

Namun, pada hari kiamat yang sangat mengerikan dan dahsyatnya peristiwa yang terjadi, seakan hubungan yang ibu dan anak itu terputus. Di dalam diri si ibu waktu itu timbul rasa takut dan ngeri melihat suasana yang kacau balau itu, sehingga si ibu lupa menyusui anaknya, dan lupa segala-galanya termasuk anaknya yang sedang menyusu. 

Kedua, pada hari kiamat itu gugurlah semua kandungan perempuan yang hamil. Biasanya keguguran kandungan perempuan yang hamil terjadi, jika terjadi peristiwa yang sangat mengejutkan dan menakutkan hati atau karena terjatuh atau mengalami guncangan yang keras, seperti guncangan kendaraan dan sebagainya. Pada hari kiamat itu terjadi gempa bumi dan guncangan yang hebat yang menghancurkan manusia yang hidup, termasuk di dalamnya perempuan-perempuan yang hamil beserta anak yang sedang dikandungnya. 

Al-Hasan berkata, yang dimaksud dengan “lalailah semua perempuan yang menyusui anak dari anak yang disusuinya” adalah kelalaian yang bukan disebabkan karena menyapih anak itu, dan yang dimaksud dengan “gugurlah semua kandungan perempuan yang hamil” adalah anak yang dikandung itu lahir sebelum sempurna waktunya. 

Ketiga, pada hari kiamat itu manusia kelihatan seperti orang yang sedang mabuk, padahal ia bukan sedang mabuk. Hal ini menunjukkan kebingungan mereka tidak tahu apa yang harus mereka kerjakan, semua dalam keadaan takut, dalam keadaan mencari-cari tempat berlindung, dan berusaha menghindarkan diri dari malapetaka yang sedang menimpa itu. 

Keadaan dan peristiwa yang diterangkan di atas adalah untuk melukiskan dan menggambarkan kepada manusia, betapa dahsyatnya malapetaka yang terjadi pada hari kiamat. Sehingga gambaran itu dapat menjadi pelajaran dan peringatan bagi mereka, kendati pun kejadian yang sebenarnya lebih dahsyat lagi dari yang digambarkan itu. 

Sedang kejadian yang sebenarnya yang terjadi pada hari kiamat itu tidak dapat digambarkan kedahsyatannya, karena tidak ada suatu kejadian yang terjadi sebelumnya yang dapat dijadikan sebagai perbandingan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement