Kamis 01 Feb 2024 20:31 WIB

Suka Nongkrong di Pinggir Jalan? Ingat Larangan Nabi Muhammad Ini

Ada beberapa larangan dalam Islam.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Warga bersiap melakukan peragaan busana Citayam Fashion Week di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (27/7/2022). Sejumlah petugas gabungan dari Dishub dan Satpol PP melakukan penjagaan dan normalisasi fungsi zebra cross untuk penyeberangan serta perlintasan kendaraan motordan mobil. Meski demikian, kegiatan fashion show jalanan tersebut masih tetap berlangsung dengan imbauan untuk menjaga ketertiban agar tidak terjadi kemacetan. Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga bersiap melakukan peragaan busana Citayam Fashion Week di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (27/7/2022). Sejumlah petugas gabungan dari Dishub dan Satpol PP melakukan penjagaan dan normalisasi fungsi zebra cross untuk penyeberangan serta perlintasan kendaraan motordan mobil. Meski demikian, kegiatan fashion show jalanan tersebut masih tetap berlangsung dengan imbauan untuk menjaga ketertiban agar tidak terjadi kemacetan. Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ulama bergelar Sulthanil Ulama, Syekh Izzuddin bin Abdussalam (w. 660 H) dalam kitabnya yang berjudul Syajaratul Ma’arif menjelaskan tentang beberapa larangan dalam Islam. Di antaranya, terkait dengan larangan duduk di jalan.

Dalam konteks zaman sekarang, duduk di jalanan tersebut mungkin bias disebut dengan nongkrong di pinggir jalan. Kegiatan ini sangat digemari oleh muda-mudi di Indonesia, tapi dilarang oleh Rasulullah SAW.

Baca Juga

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits, di mana Rasulullah SAW bersabda:

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ بِالطُّرُقَاتِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! مَا لَنَا بُدٌّ مِنْ مَجَالِسِنَا; نَتَحَدَّثُ فِيهَا قَالَ: فَأَمَّا إِذَا أَبَيْتُمْ فَأَعْطُوا اَلطَّرِيقَ حَقَّهُ قَالُوا: وَمَا حَقُّهُ؟ قَالَ: غَضُّ اَلْبَصَرِ وَكَفُّ اَلْأَذَى وَرَدُّ اَلسَّلَامِ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ اَلْمُنْكَرِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

 

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu anhu, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Janganlah kalian duduk di jalan-jalan! Para sahabat menyahut: “Wahai Rasulullah, kami tidak punya pilihan lain selain duduk di jalan dan berbincang-bincang di sana”.

Rasulullah SAW lalu bersabda: “Kalau kalian tidak mau (untuk tidak duduk di jalan), maka berilah jalan itu haknya.” Para sahabat bertanya lagi: “Apa hak jalan itu?” Rasulullah menjawab: “Menjaga pandangan, mencegah gangguan, menjawab salam, amar makruf nahi munkar”. (HR Bukhari (2465) dan Muslim (2121)).

Syekh Izzuddin bin Abdussalam menjelaskan duduk di jalan atau nongkrong di jalan itu dilarang karena banyaknya kemungkaran yang ada di jalan. Selain itu, nongkrong di jalan juga bias melalaikan terhadap ketaatan dan hal-hal penting.

Hadits di atas statusnya...

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement