Jumat 26 Jan 2024 02:05 WIB

Tiga Cara Mengenalkan Ajaran Islam pada Anak tanpa Menakut-nakuti

Orang tua diharapkan menjadi teladan bagi anak.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi sekeluarga mengaji.
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Ilustrasi sekeluarga mengaji.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Membesarkan anak di dunia saat ini bisa jadi sulit. Tantangan muncul ketika mereka tahu lebih banyak daripada yang kita lakukan pada usia mereka, karena mereka terpapar lebih banyak daripada yang pernah kita lakukan di dunia media sosial yang sedang berkembang.

Tugas menanamkan agama pada anak-anak kita menjadi lebih sulit dan rumit. Karena kita tidak dapat melindungi mereka dari semua yang ada di luar sana. Namun, sebagai orang tua, kita tetap harus membimbing mereka, harus memimpin dengan memberi contoh, dan kita harus memberi mereka pedoman ajaran agama Islam untuk dipatuhi.

Baca Juga

Kita memiliki pilihan tentang bagaimana kita membesarkan anak-anak kita. Jika kita terlalu liberał dengan mereka, mereka akan tumbuh tanpa prinsip-prinsip Islam dan pelajaran hidup.

Mereka akan tumbuh dengan hak dan kepercayaan bahwa mereka dapat melakukan apapun yang mereka suka tanpa konsekuensi. Mereka tidak akan tahu tentang Islam atau nilai-nilainya sama sekali.

Di sisi lain, jika kita memaksakan agama pada mereka tanpa penjelasan atau pedoman, maka berisiko mereka akan membenci agama dan di kemudian hari, menolak sepenuhnya. Sehingga kita tetap harus mengajari anak-anak kita nilai-nilai Islam, dan memastikan mereka memahami dan mengikutinya.

“Kita harus tegas tentang itu, jika tidak, anak-anak kita akan tumbuh tanpa nilai-nilai itu, dan saat itulah kita akan menghadapi masalah dalam masyarakat Muslim kita,” kata Nichola Taylor yang merupakan seorang ibu dan seorang mahasiswa Studi Islam.

Perbedaan bersikap ketat dan memaksa...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement