Selasa 09 Jan 2024 20:37 WIB

Daerah yang Didakwahi Nabi Muhammad

Nabi Muhammad memikirkan penyebaran dakwah ke seluruh penjuru dunia.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad
Foto: Dok Republika
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH – Peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah membawa banyak sekali hikmah yang menghasilkan peradaban. Lantas, di luar Makkah, apakah dakwah Nabi hanya sampai di Madinah saja? 

Kisah mengenai Nabi Muhammad SAW tidak selalu diwarnai dengan kisah-kisah peperangan semata. Nabi justru lebih memiliki banyak kesempatan memikirkan dakwah yang sebenarnya menjadi misi dakwah beliau guna menyebarkan pesan damai sebagai agama yang rahmatan lil-alamin.

Baca Juga

Sejak itulah Nabi mulai berkonsentrasi memikirkan penyebaran dakwah ke seluruh penjuru dunia. Dakwahnya pun tidak hanya terkonsentrasi di Makkah saja. Dalam buku Islam Agama Perdamaian karya Ustaz Ahmad Sarwat dijelaskan, setidaknya terdapat delapan naskah surat yang Nabi SAW kirimkan kepada para raja dan penguasa dunia yang berisi ajakan masuk Islam.

Yakni kepada Kaisar Heraklius di Romawi, Raja Muqauqis di Mesir, Kisra di Persia, Raja Naasyi di Habasyah, Al Mundzir bin Sawi sebagai penguasa di Bahrain, Haudzah bin Ali yang menjadi penguasa Yamamah, Al Haris bin Abi Syamr yakni penguasa Damaskus, serta Jayfar yang merupakan Raja Oman.

Dari semua surat itu, yang menerima ajakan dakwah Nabi hingga masuk Islam hanya satu, yaitu Raja An Najasyi yang berkuasa di Habasyah. Raja yang lain menerima ajakan dengan baik, tapi tidak atau belum siap masuk Islam.

Bukti bahwa surat Nabi Muhammad SAW diterima dengan baik adalah adanya balasan surat yang mereka kirimkan balik kepada Nabi disertai dengan hadiah-hadiah. Salah satunya hadiah dari Raja Muqawqis di Mesir berupa dua orang budak wanita yang mahal harganya di Mesir sebagai hadiah persahabatan, yaitu yang bernama Maria Al Qibthiyah dan Sirin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement