Senin 08 Jan 2024 17:02 WIB

Fakta Ini Jelaskan Bagaimana Muslimah Bersikap Jika Dijodohkan dengan Orang tak Dicintai

Islam memberikan panduan perjodohan sebelum menikah

Rep: Imas Damayanti / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi perjodohan. Islam memberikan panduan perjodohan sebelum menikah
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Ilustrasi perjodohan. Islam memberikan panduan perjodohan sebelum menikah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Seyogianya seorang anak memang harus mendengarkan petuah orang tuanya. Tapi apakah di dalam perjodohan juga diwajibkan bagi anak untuk menuruti mau orang tua? 

Rasulullah SAW memberikan petunjuk mengenai bagaimana sikap yang perlu dilakukan anak ketika dijodohkan orang tua. Dalam kitab al-Mabsuth dijabarkan mengenai seorang perempuan bernama Khansa binti Khadzam yang datang kepada Rasulullah SAW. 

Baca Juga

Kedatangan Khansa kepada Rasulullah SAW dilandasi gundah-gulana atas keputusan ayahnya yang hendak melakukan perjodohan dengan lelaki yang tak dikehendakinya. 

Ketika menghadap Rasulullah SAW, Khansa menceritakan bahwa ayahnya memaksa untuk menikah dengan lelaki yang masih ada hubungan sanak saudara. Rasulullah kemudian meminta Khansa untuk menuruti kemauan ayahnya.

 

Meski begitu, Khansa mengatakan kembali bahwa dia tak menghendaki perjodohan tersebut sebab telah ada orang yang dia cintai. Mendengar hal ini, Rasulullah SAW kemudian berkata, “Kalau begitu, pergi dan nikahilah orang yang engkau cintai."

Dari dua imbauan yang dianjurkan Rasulullah SAW setidaknya terdapat hikmah yang bisa dipetik bagi umat Islam dan anak-anak Muslim.

Yang pertama adalah bagaimana seorang anak perlu mendengarkan perintah orang tua, meski begitu keinginan hati dalam perkara memilih pasangan hidup merupakan kebebasan yang harusnya tak dapat diintervensi secara berlebih. 

Dalam Islam, laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam memilih. Meski hak-hak tersebut tentunya diatur dalam batasan tertentu sesuai dengan kodratnya masing-masing. Dalam dialog Rasulullah SAW bersama Khansa, Rasulullah SAW berusaha menghidangkan sebuah keputusan yang dapat diambil Khansa.

Penolakan Khansa terhadap lelaki yang dijodohkan ayahnya memang bukan tanpa alasan. Dalam kitab Nisa Haula Rasul, Khansa disebutkan kekecewaan berat Khansa terhadap ayahnya. 

Kekecewaan ini antara lain penyiksaan beban dengan perjodohan kepada lelaki yang dianggap Khansa selalu memandah rendah dirinya.

Khansa berkata, “Wahai ayahku, jika bukan karena kegundahan yang menghampiriku atas keputusanmu, niscaya tak akan aku memohon kepadamu untuk tidak menjodohkanku. Alangkah anehnya seorang perawan cantik yang gaunnya ditarik untuk disandingkan dengan orang tua dari suatu kaum, pria tua itu mengatakan padanya bahwa dia mempunyai tali kerabat. Sesungguhnya, celakalah buat anak paman, baik dari ayah maupun ibu."

Memang, ketika perjodohan itu tiba di hadapan Khansa, kala itu usianya masih belia. Khansa yang merupakan perempuan dari keturunan Bani Amr bin Auf bin Aus ini dilamar oleh dua orang lelaki. 

Yang pertama adalah pejuang dan sahabat Nabi Muhammad SAW yakni Abu Lubabah bin Abdul Mundzir dan yang kedua adalah seorang laki-laki yang berasal dari bani yang sama dengan Khansa.

Dalam berbagai literatur... 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement