Kamis 04 Jan 2024 01:05 WIB

Jangan Sepelekan Silaturahim Jika tidak Ingin Rezekimu Seret

Islam telah memberikan pedoman hidup yang lengkap termasuk cara melapangkan rezeki.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Ani Nursalikah
Perahu milik nelayan yang terlambat ditarik imbas penyusutan air karena kemarau di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (15/9/2023).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Perahu milik nelayan yang terlambat ditarik imbas penyusutan air karena kemarau di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (15/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sudah tidak asing di telinga tentang memperbanyak silaturahim akan membukakan pintu rezeki. Dan ungkapan tersebut rupanya memeng mempunyai dasar yang jelas dalam beberapa riwayat hadis.

Dari Anas bin Malik r.a ia berkata, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: "Siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan meninggalkan nama sebagai orang baik setelah kematiannya, hendaklah dia menyambung silaturahim" (HR. Al-Bukhari, Muslim dan Abu Daud).

 

Dalam buku Dahsyatnya Amalan Pembuka Rezeki karya K.H Arifin Ilham dan Ustaz Muhammar Nurani menjelaskan kata "Sarra" dalam hadis tersebut yang berarti senang. Adapun dari jalur Ibnu Shihab menekankan kata "A habba". Dalam bahasa Arab "A habba" berarti seseoranh yang sedang jatuh cinta.

 

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Belajarlah dari nasib kalian yang dapat membantu untuk silaturahim karena dapat membawa kecintaan dalam keluarga dan memperbanyak harta, serta dapat memperpanjang umur" (HR. at-Tirmidzi).

 

Namun ada keutamaan yang perlu dilakukan selama menjalankan silaturahim. Menjaga silaturahim kepada kedua orang tua adalah yang pertama. Seseorang perlu memberikan nafkah atau memperhatikan kondisi orang tuanya agar silaturahimnya lebih sempurna.

 

Sebagaimana hadits Rasulullah...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement