Selasa 02 Jan 2024 21:50 WIB

Reaksi Yahudi Terhadap Kebenaran Ajaran Nabi Muhammad SAW yang Diabadikan Alquran

Yahudi terpecah sikapi kebenaran ajaran Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad (ilustrasi). Yahudi terpecah sikapi kebenaran ajaran Nabi Muhammad SAW
Foto: Dok Republika
Nabi Muhammad (ilustrasi). Yahudi terpecah sikapi kebenaran ajaran Nabi Muhammad SAW

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Di zaman Rasulullah SAW, ada dua tokoh Yahudi terkemuka yang akhirnya memeluk Islam, beriman kepada risalah yang dibawa Nabi Muhammad SAW. 

Keduanya, yakni Hushein bin Salam dan Mukhairiq, mereka menjadi bahan cemoohan kaumnya sendiri. Jika sebelumnya mereka sangat dihormati, setelah masuk Islam mereka dikucilkan. 

Baca Juga

Moenawar Khalil, dalam bukunya, Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW (Jakarta: GIP, 2001), menceritakan, Hushein bin Salam kemudian diganti namanya oleh Rasulullah SAW menjadi Abdullah bin Salam. 

Dia pernah membuktikan bagaimana sikap kaumnya terhadap dirinya. Suatu ketika, kaum Yahudi datang kepada Rasulullah SAW saat Abdullah bin Salam sedang di sana. Dia berpesan kepada Rasulullah SAW agar menanyakan kepada kaumnya, bagaimana pandangan mereka terhadap dirinya. 

Saat kaum Yahudi datang, Rasulullah SAW bertanya pada mereka, bagaimana pandangan mereka terhadap Husein. Yahudi menjawab, “Dia adalah sebaik-baik orang kami dan sebaik-baik anak lelaki orang kami. Dia adalah semulia-mulia orang kami dan anak lelaki dari seorang yang paling alim dalam golongan kami. Karena dewasa ini di Kota Madinah tidak ada seorang pun yang me lebihi kealimannya tentang kitab Allah (Taurat).”

Kaum Yahudi itu memuji-muji Abdullah. Kemudian Abdullah muncul dan mengajak kaum Yahudi untuk beriman pada kenabian Muhammad SAW. Abdullah mengatakan kepada kaumnya bahwa mereka sebenarnya telah memahami Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT, sebab sifat-sifatnya telah disebutkan dalam kitab mereka. 

Mendengar ucapan Abdullah bin Salam, kaum Yahudi berbalik mencaci maki dan menuduhnya sebagai pendusta. Sebab, dia sudah tidak lagi memeluk agama Yahudi. Ketika itu, turunlah wahyu kepada Rasulullah SAW: 

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَكَفَرْتُمْ بِهِ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ مِثثْلِهِ فَآمَنَ وَاسْتَكْبَرْتُمْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ 

“Katakanlah, ‘Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Alquran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya, dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Alquran lalu dia beriman, sedangkan kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim’.” (QS al-Ahqaf: 10).

Baca juga: Suka Bangun Malam Hari Kemudian Ingin Tidur Lagi, Baca Doa Rasulullah SAW Ini

Setelah kabar keislaman Abdullah bin Salam tersiar di kalangan kaum Yahudi, mereka dengan congkak dan sombong mengata-mengatai, mencaci maki, menghina, menjelek-jelekkan dan memusuhinya dengan sekeras-kerasnya. 

Abdullah bin Salam tidak..

 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement