Rabu 27 Dec 2023 20:10 WIB

Kapan Waktu Terbaik dan Terburuk Bagi Seorang Hamba Allah SWT?

Iman memang selalu mengalami fluktuasi.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Jamaah melaksanakan shalat Dzuhur di masjid Mahabat Khan pada hari pertama puasa Ramadhan, di Peshawar, Pakistan, Kamis, 23 Maret 2023.
Foto: AP Photo/Muhammad Sajjad
Jamaah melaksanakan shalat Dzuhur di masjid Mahabat Khan pada hari pertama puasa Ramadhan, di Peshawar, Pakistan, Kamis, 23 Maret 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapan waktu terbaik bagi seorang hamba Allah SWT? Menurut Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari, waktu terbaik adalah ketika seorang hamba menyadari kefakiran dan kehinaannya di hadapan Allah SWT.

Jika itu waktu terbaik seorang hamba menurut Syekh Ibnu Athaillah, maka bisa dikatakan waktu terburuk bagi seorang hamba adalah ketika ia dibuai kesenangan, kemewahan, kemudahaan dan kekayaan sehingga melupakan Allah SWT.

Baca Juga

"Sebaik-baik waktu adalah ketika kamu menyadari kefakiran dan mengakui kehinaan kamu." (Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam)

Iman memang selalu mengalami fluktuasi. Kadang naik, dan kadang turun. Sebaik-baik waktu yang dimiliki seorang hamba adalah ketika ia merasakan kefakirannya kepada Allah SWT dan merasa hina di hadapan-Nya.

Ketika kita men­dapatkan rezeki yang banyak dan kebahagiaan yang besar, biasanya kita sering lupa kepada Allah SWT, karena larut dalam buaian harta. Sebenarnya, ketika kita lalai mengingat-Nya, maka itu adalah waktu terburuk yang pernah kita miliki.

Janganlah kita terlalu bergembira...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement