Selasa 26 Dec 2023 07:46 WIB

Zuhud Meninggalkan Dunia? Nanti Dulu, Ini Penjelasannya

Zuhud mengharuskan setiap orang tidak punya rasa memiliki keduniaan.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi ibadah sebagai wasilah memperkuat zuhud.
Foto: Republika/Fuji Eka Permana
Ilustrasi ibadah sebagai wasilah memperkuat zuhud.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ada banyak yang salah paham tentang laku hidup zuhud, yakni tidak tertarik sama sekali terhadap hal-hal duniawi. Sampai mereka ada harus menanggalkan hartanya hingga hidup kesusahan dan menyengsarakan kehidupan keluarganya. Padahal inti dari perilaku hidup zuhud sejatinya tidak serta-merta menanggalkan seluruh harta bendanya.

Ahmad Muhammad al-Hufy dalam bukunya Akhlak Nabi Muhammad Saw menyebutkan zuhud berkenaan dengan sifat qanaah, iffah, sabar, rendah hati dan mengutamakan orang lain. Sifat-sifat tersebut dengan maksud dapat mengendalikan nafsu yang merajalela dalam diri. Sebab jika nafsu tidak bisa dikendalikan, seseorang tidak akan pernah merasa puas atas apa yang dimilikinya.

Baca Juga

Zuhud adalah sikap yang tidak berhasrat kepada hal mubah meskipun mampu mendapatkannya. Namun, tidak disebut zuhud apabila seseorang tidak menyukai hal mubah karena memang tidak mampu menggapainya.

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement