Jumat 15 Dec 2023 22:05 WIB

Bekali Anak Kemampuan Ini Agar tidak Memilih Bunuh Diri Saat Terjerat Masalah

Ajarkan anak dasar keimanan, cara bertahan hidup, dan menyelesaikan masalah.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 971 orang tercatat melakukan bunuh diri sejak Januari hingga 18 Oktober 2023 di Indonesia. Jumlah korban bunuh diri jauh lebih banyak jika digabungkan dengan jumlah kasus bunuh diri hingga Desember 2023.

Ustadz Ginanjar Nugraha menyampaikan, anak-anak perlu dibekali kemampuan agar tidak terlintas pikiran untuk bunuh diri di dalam benak mereka. Memang sangat memprihatinkan data 971 kasus bunuh diri di Indonesia sampai bulan Oktober 2023. Mungkin sampai Desember 2023 bisa jadi angka kasus bunuh diri lebih bertambah.

Baca Juga

"Jadi bagaimana peran orang tua terkait akan hal ini, supaya anak tidak terlintas bahwa ketika ada persoalan kemudian dia mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri," kata Ustadz Ginanjar saat diwawancarai Republika, Jumat (15/12/2023)

Ustadz Ginanjar yang juga Ketua Divisi Penguatan Metodologi dan Kaderisasi Dewan Hisbah Persatuan Islam (Persis) mengatakan untuk mengantisipasi anak memilih mengakhiri hidup, tentu saja yang pertama adalah pentingnya orang tua menanamkan dasar-dasar keimanan kepada anak. Bagaimana anak-anak itu tumbuh betul-betul didasari dengan keimanan karena dengan keimanan inilah yang menjadi benteng utama kehidupan.

Ia menjelaskan, benteng keimanan pada anak akan membentengi anak dari sesuatu yang negatif. Misalnya, ketika anak menghadapi persoalan dalam hidupnya, anak tidak akan memilih untuk bunuh diri, karena punya benteng keimanan yang kuat.

Ustadz Ginanjar mengatakan...

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement