Rabu 13 Dec 2023 05:22 WIB

Saat Komunitas Yahudi Bermigrasi ke Andalusia dan Jadi Rentenir

Sejarah mencatat kemenangan Islam di Andalusia.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil
Yahudi Israel (ilustrasi)
Foto: Reuters/Ronen Zvulun
Yahudi Israel (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Sejarah mencatat bagaimana migrasi bangsa Yahudi di setiap negara. Salah satunya saat mereka bermigrasi ke Andalusia, jauh sebelum Islam menguasai negeri tersebut. 

Sebelum kedatangan Islam, Spanyol atau Andalusia dihuni oleh berbagai bangsa. Bangsa yang mendiami wilayah tersebut adalah bangsa Celtic dan orang-orang Suevi, tetapi pendahulunya yang mendiami Andalusia berasal dari kaum Yahudi Palestina.

Baca Juga

Berdasarkan buku Islam di Spanyol karya Ryan Mayer, bangsa Celtic merupakan satu rumpun dengan penduduk asli Inggirs, Skotlandia, dan Irlandia. Populasi kalangan ini terkonsentrasi di wilayah tengah dan utara Andalusia. Sedangkan bangsa Suevi masih satu rumpun dengan bangsa Jerman dan terkonsentrasi di wilayah Portugal.

Sedangkan bangsa Yahudi Palestina tercatat datang ke Andalusia pada 586 sebelum masehi. Kala itu bangsa Yahudi Palestina datang ke Andalusia untuk menghindari serangan Raja Nebukadnezar ke kerajaan Judah.

Di negeri barunya itu, bangsa Yahudi Palestina mencari nafkah dengan cara berdagang, menjadi rentenir, hingga menjadi pemilik lahan pertanian. Selain bangsa Yahudi Palestina, Andalusia sebelum Islam juga dianggap tanah air baru bagi bangsa Yunani.

Sama seperti kaum Yahudi Palestina, kedatangan bangsa Yunani juga dilakukan untuk mengindari kejaran tentara Persia ke negeri mereka. Namun begitu kedatangan bangsa Yunani di tanah tersebut terkenal dengan kemampuan mistis yang dimiliki.

Tak hanya Yunani, bangsa Cartaghe, Roma, dan Vandal pun berbondong datang ke negeri tersebut. Kedatangan bangsa-bangsa ini secara tidak langsung kelak menuai banyak dinamika yang tak sedikit. Mulai dari konflik sosial hingga sengkarut perdagangan.

Dilatarbelakangi konflik politik, gubernur Vandal bernama Julian mengajak bangsa Arab melalui Gubernur Ummayah di Ifriqiya, Musa bin Nushair, untuk masuk ke Andalusia. Usai mengumpulkan data-data intelijen, Musa bin Nushair pun menyiapkan 7.000 pasukan untuk menyerang Andalusia melalui komando Thariq bin Ziyad pada 30 April 711 masehi.

Dari sanalah kemudian kecamuk perebutan kekuasaan di Andalusia terjadi. Yang pada akhirnya sejarah mencatat kemenangan Islam di tanah tersebut meski pada akhirnya kembali kandas akibat satu dan berbagai macam hal. Hanya saja, sisa-sisa peninggalan hingga genetik bangsa Arab hingga kini masih terlihat di garis wajah bangsa Spanyol modern.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement