Senin 11 Dec 2023 22:49 WIB

Pesan Nabi Muhammad tentang Dunia, dan Sikap Ali Menjatuhkan Talak 3

Nabi Muhammad mendakwahkan kearifan Islam.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad
Foto: Dok Republika
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam telah mengingatkan umatnya tentang kehidupan dunia yang sementara. 

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :

Baca Juga

مَا لِيْ وَلِلدُّنْيَا ؟ مَا أَنَا وَالدُّنْيَا ؟! إِنَّمَا مَثَلِيْ وَمَثَلُ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رَاكِبٍ ظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

"Apalah artinya dunia ini bagiku....!!? Apa urusanku dengan dunia ? Sesungguhnya perumpamaanku dan dunia ini ialah seperti pengendara yang sedang berteduh di bawah pohon, dia beristirahat (sebentar) lantas dia meninggalkannya" (HR Ahmad I/391, 441, at-Tirmidzi no. 2377, Ibnu Majah no. 4109, serta al-Hakim IV/310, hadits dari Ibnu Mas’ud, ash-Shahiihah no. 438).

 

Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه berkata :

"Wahai dunia, wahai dunia! Apakah kau ingin memamerkan diri padaku ataukah membuatku menginginkanmu!!? Tidak mungkin, tidak mungkin. Silakan engkau perdaya diriku!! Aku telah menjatuhkan talak tiga kepadamu, tanpa adanya rujuk lagi. Umurmu singkat, kehidupanmu pun hina dan bahayamu besar. Oh, minimnya bekal, jauhnya perjalanan, serta sepinya jalan ...." (Shifatus Shafwah I/118).

Imam Ibnul Jauzi رحمه الله berkata :

"Apabila seseorang memikirkan dekatnya kematian dan apa yang akan terjadi pada dirinya setelah kematian itu, pastilah dia akan membenci segala kenikmatan yang hanyalah bersifat sementara ...." (Shaidul Khaathir hlm 295).

Melalui pesan Telegram Ustadz Najmi Umar Bakkar menjelaskan, manusia paling bodoh adalah mereka yang telah menjual akhirat untuk kepentingan dunianya yang hanya sementara. Mereka sedikit bersyukur dan tidak takut berbuat kemaksiatan. Mereka tidak pernah cinta kepada Allah dan tidak pernah berusaha untuk bertaqarrub (dekat) dengan-Nya.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :

"Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kalian yang mencelupkan jarinya ke laut, maka lihatlah apa yang telah dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat !?" (HR Muslim no. 2868, hadits Al Mustaurid bin Syaddad).

Ustadz Najmi mengatakan, dunia seperti air yang tersisa di jari setelah dicelupkan di lautan yang meluap, adapun akhirat maka dialah seluruh lautan yang begitu luas, yang bergejolak ombaknya, dan meninggi terpaannya. 

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement