Sabtu 02 Dec 2023 16:21 WIB

Setan pun 'Berjuang' Menggoda Manusia

Setan selalu berusaha menyesatkan manusia.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi laknat dan siksa neraka
Foto: Dok Republika
Ilustrasi laknat dan siksa neraka

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ulama Alquran, Ibn Al-Jazari (Imam al-Jazari al-Dimasyqi) menjelaskan bagaimana 'perjuangan' setan dalam menggoda manusia agar mengikuti jalannya. Ini dia jelaskan dalam kitabnya, Al-Nasyr fii Al-Qira'at Al-'Asyr.

"Setan hanya ingin menggoda manusia dan menghancurkannya. Setan tersembunyi dan tidak terlihat," tuturnya.

Baca Juga

Allah SWT berfirman, "Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS. Al A'raf ayat 27)

Imam al-Jazari juga menukil sebuah hadits, yang di dalamnya Nabi Muhammad SAW bersabda:

 قال صلى الله عليه وسلم: ((إن الشيطان يَجري من ابن آدم مجرى الدم))

"Sesungguhnya setan itu mengalir ke dalam tubuh anak Adam melalui aliran darahnya." (HR. Muslim, diriwayatkan dari jalur Anas bin Malik RA)

Imam al-Jazari menjelaskan, godaan setan itu berbahaya dan siasat yang digunakan pun sungguh luar biasa. Setan berusaha menggoda manusia sampai terjatuh ke dalam kekafiran dan masuk neraka.

"Dan jika setan tidak mampu menuntunnya kepada kekafiran, bahkan ke tingkat yang paling besar, maka dia tidak akan berhenti sampai dia membawanya ke tingkat yang paling besar yang bisa dia bawa, meskipun itu lebih kecil dari kekafiran, sehingga menyebabkan dia terjerumus ke dalam kesesatan," jelas Imam al-Jazari.

Namun, bila setan masih tidak mampu melakukan hal itu, maka ia akan menggoda manusia agar melakukan dosa besar. Dan jika masih tidak mampu, setan menyebabkan manusia melakukan dosa kecil.

Jika tidak mampu lagi, maka ia akan membuat seseorang mengurungkan niat melakukan amal shaleh dengan menyibukkannya pada sesuatu yang mubah. Bila setan tidak mampu menyibukkan seorang hamba dengan sesuatu yang mubah atau sesuatu yang jauh dari fadhilah, maka ia menggodanya melalui perasaan 'ujub, sombong dan riya.

Godaan setan yang terakhir itu ibarat pintu yang bisa dimasuki oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan, kemuliaan, ilmu (ulama), keberanian dan semacamnya. Dengan demikian, orang yang memiliki kemuliaan seperti itu perlu mewaspadai celah-celah godaan setan.

"Karena ketika setan tidak mampu membuat seorang hamba meninggalkan suatu kewajiban, atau melakukan sesuatu yang diharamkan, maka setan mendatanginya melalui pintu masuk yang tersembunyi ini dan menggagalkan amal shalehnya tanpa disadari," demikian penjelasan Ibn al-Jazari.

Itulah sebabnya Allah SWT dalam Alquran banyak menyebut ihwal setan dan mencelanya sekaligus memerintahkan umat Muslim untuk memohon perlindungan agar dijauhkan dari godaan setan.

Allah SWT berfirman, "Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS Yusuf Ayat 53)

Dalam Surah lain, Allah SWT berfirman, "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)." (QS An-Nazi'at Ayat 40-41)

Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada Abu Bakar bagaimana cara memohon perlindungan kepada Allah SWT, sebagaimana hadits Abu Hurairah. Rasul mengajarkan agar senantiasa mengucapkan "أعوذ بالله من شرِّ نفسي" (a-'uudzu billaahi min syarri nafsi) ketika hendak berbuat sesuatu.

Setidaknya ada lima amalan yang bisa dilakukan sebagai cara untuk terlindungi dari setan. Pertama, tidak henti-hentinya memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan. Karena memohon perlindungan kepada Allah SWT punya dampak yang luar biasa besar dalam menahan dan mengendalikan godaan setan.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Araf Ayat 200, "Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Kedua, adalah berkomitmen tidak lalai menunaikan ibadah shalat dan mengerjakannya tepat waktu. Shalat adalah ibadah yang utama dan memiliki pengaruh terhadap diri seorang Muslim. Setan pun tidak punya kekuatan merasuki jamaah Muslim yang sedang mengerjakan shalat.

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan Ibn Hibban melalui jalur Abu Ad-Dar, Nabi Muhammad SAW memberi peringatan soal keutamaan shalat berjamaah. Nabi SAW bersabda, "Tiga orang berada di suatu kampung atau perkampungan badui dan mereka tidak melaksanakan shalat berjamaah. Maka setan telah merasuki mereka. Karena itu, lakukan shalat berjamaah, karena serigala hanya memakan kambing yang memisahkan diri dari jamaah".

Ketiga, istiqamah dalam membaca Alquran seperti membaca permulaan dan akhir Surat Al-Baqarah, Ayat Kursi, dan konsisten mengucapkan dzikir pagi, sore dan menjelang tidur. Jika Muslim melakukan ini; Dia membentengi dirinya dan keluarganya dari setan.

Sumber:

 https://www.alukah.net/sharia/1061/143770/#_ftn4

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement