Kamis 16 Nov 2023 21:05 WIB

Sungai Eufrat Mengering Tanda Kiamat, Bagaimana dengan Gunung Emasnya?

Sungai Eufrat menjadi salah satu sungai surga yang disebut Rasulullah SAW

Sungai Eufrat mengering (ilustrasi). Sungai Eufrat menjadi salah satu sungai surga yang disebut Rasulullah SAW
Foto:

Seperti banyak sungai besar lainnya, Eufrat pun memiliki beberapa anak sungai, yakni al-Balikh dan al-Khabur. Namun, kini kedua anak sungai ini telah kering. “Panjang Sungai Eufrat adalah 2.375 km,” kata Syauki, yang juga penulis buku best seller, Atlas Alquran.

Sementara itu, dalam wikipediadisebutkan, Eufrat adalah sungai besar yang bersama-sama dengan Sungai Tigris menjadi ciri khas Mesopotamia. Sungai Eufrat bermata air di Anatolia, Turki, dan bermuara di Teluk Persia.

Sejak berabad-abad silam, Sungai Eufrat menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya. Pada sekitar abad ke-4 SM, sungai ini mendorong munculnya peradaban Sumeria. 

a. Bangsa Sumeria merupakan penguasa pertama daerah Mesopotamia. Adapun hasil kebudayaan bangsa Sumeria, di antaranya, mengenal bentuk tulisan yang disebut huruf paku, menggunakan batu bata sebagai bahan ba ngunan untuk membuat tembok rumah, mengetahui penanggalan (satu tahun terdiri atas 12 bulan = 350 hari, satu hari terdiri atas 24 jam, satu jam sama dengan 60 menit, satu menit sama dengan 60 detik), mengetahui suatu lingkaran sama dengan 360 derajat. Dalam bidang sastra, bangsa Sumeria menghasilkan wiracarita atau kisah kepahlawanan, yaitu Gilgames.

b. Selain kebudayaan Sumeria, Eufrat juga mendorong muncul dan berkembangnya kota-kota kuno penting lainnya yang bertebaran di lembah sungai ini, seperti kota kuno Mari, Sippar, Nippur, Shuruppak, Uru, dan Eridu.  

c. Mesopotamia, sebuah kawasan yang kini menjadi Republik Irak, dalam bahasa Yunani berarti daerah di antara dua sungai. Dua sungai yang dimaksud tentulah Sungai Eufrat dan Tigris. Nama Meso potamia sudah digunakan oleh para penu lis Yunani dan Latin kuno, seperti Polybius (abad 2 SM) dan Strabo (60 SM-20 M).

Mesopotamia merupakan daerah yang bermedan keras. Mesopotamia kuno sering mengalami banjir, namun juga kekeringan. Tanahnya juga mudah berubah dari tanah gurun ke tanah berlumpur. Walau begitu, Mesopotamia menjanjikan kehidupan yang baik kepada penduduk sekitarnya, terutama di Mesopotamia selatan, tempat di mana air Sungai Eufrat disalurkan ke kanal-kanal.

Dari situlah tercipta daerah pertanian yang sangat subur. Dari daerah pertanian ini, tumbuh daerah-daerah perdagangan yang sangat penting. Para ahli arkeologi berpendapat, pada zaman Neolitikum (sekitar 7000 SM) telah ada usaha pertanian dan peternakan di daerah sebelah utara Tigris.

Baca juga: Sungai Eufrat Mengering Tanda Kiamat, Bagaimana dengan Gunung Emasnya?

Dalam sejarahnya, banyak terjadi pergantian kekuasaan di Mesopotamia. Penguasa paling awal adalah bangsa Sumeria. Kemudian, sekitar 3.300 SM datang bangsa Akadia ke daerah ini dan bermukim bersama-sama dengan bangsa Sumeria di Mesopotamia selatan. Pada sekitar 2000 SM datang bangsa Amori ke daerah ini. Mereka membentuk daerah-daerah kekuasaan baru.

Di daerah selatan, mereka membangun Babilonia dan di daerah utara mereka membangun Asyur dan Niniwe. Bangsa Babilonia dan bangsa Asyur merupakan bangsa-bangsa yang terkuat di Mesopotamia dan kedua bangsa inilah yang memiliki peranan penting dalam sejarah Israel.  

photo

Tanda-tanda kiamat yang sudah terjadi. - (republika)

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement