Selasa 14 Nov 2023 19:25 WIB

Jangan Salah! Jeruk Jaffa adalah Buah Asli Palestina, Bukan Milik Israel

Jeruk Jaffa Palestina bukan sekadar buah, melainkan simbol nasional Palestina.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Jeruk Jaffa, adalah satu produk dari Israel yang diboikot
Foto:

Namun, bagaimana kekayaan ini berpindah dari Palestina ke pendudukan Israel?

Kisah ini dimulai kira-kira pada 1939, setelah Pemberontakan Besar Palestina. Saat itu jumlah agen Zionis yang menyita tanah milik orang Palestina meningkat. Ini sebagai persiapan untuk peningkatan jumlah pekerja Yahudi di Palestina.

Meskipun jumlah mereka meningkat, orang-orang Yahudi tidak mampu menyamai tingkat produksi pertanian Palestina, kecuali pada akhir Mandat Inggris. Meski begitu, produksi jeruk Palestina tetap lebih unggul dibandingkan produksi Yahudi, baik kuantitas maupun kualitasnya.

Luas areal budi daya jeruk sampai akhir 1937 berjumlah sekitar 300 ribu dunum, dan lebih dari separuhnya dimiliki oleh orang Arab di Jaffa. Diperkirakan ekspor jeruk akan mencapai 25 juta kotak pada akhir tahun 1946. Namun, Perang Dunia II memusnahkan sebagian besar kebun buah-buahan.

Segalanya berubah setelah peristiwa Nakba, ketika imigran Yahudi secara ilegal menyita jeruk Jaffa. Bahkan kelompok Zionis membunuh ribuan warga Palestina dan membuat ribuan lainnya mengungsi. Dengan berdirinya apa yang dikenal sebagai "Negara Israel", Israel menggunakan jeruk sebagai sarana untuk mempromosikan produksinya.

Saat ini, di pasar Barat, Jeruk Jaffa...

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement