Senin 06 Nov 2023 22:29 WIB

Penyebab Mengapa Banyak Suami Istri Gagal Wujudkan Rumah Tangga Sakinah 

Mewujudkan rumah tangga sakinah adalah tugas suami istri

Rep: Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
Menikah.   (ilustrasi) Mewujudkan rumah tangga sakinah adalah tugas suami istri
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Menikah. (ilustrasi) Mewujudkan rumah tangga sakinah adalah tugas suami istri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Putri sulung pahlawan nasional KHR As’ad Syamsul Arifin, yaitu almarhum Nyai Hj Zainiyah As’ad menulis sebuah kitab untuk pasangan suami-istri. Kitab itu berjudul Zadu Az-Zaujayn.

Kitab ini kerap diajarakan Nyai Zai kepada santrinya, khususnya para ustazah yang ingin menikah. Jadi, semacam konseling pranikah ala pesantren.

Baca Juga

Dalam kitab Zadu Az-Zaujan ini, Nyai Zai mengungkapkan bahwa banyak pasangan suami-istri  yang tidak mengetahui syarat-syarat dan tatakrama dalam berumah tangga, sehingga gagal menggapai rumah tangga sakinah.

Karena itu, menurut dia, setiap calon atau pasangan suami-istri harus mengembangkan karakter kepribadian yang ideal dalam rumah tangganya.

Kitab Zadu Az-Zaujayn ini dinukil dari kitab Syarah Uqud al-Lujjayn fi Bayan Huqul az-Zawjayn karya Imam Nawawi al-Bantani. Kitab Uqud al-Lujjayn tersebut terdiri dari lima pasal.

Namun, dalam kitab karya Nyai Zai ini hanya terdapat dua pasal, yaitu pasal tentang hak-hak seorang istri (kewajiban suami) dan pasal tentang hak-hak suami (kewajiban istri).

Kitab karangan Imam Nawawi tersebut berisi tentang pedoman pasangan suami-istri, yang mengupas kewajiban suami-istri, keutamaan shalat di rumah bagi wanita, larangan melihat lawan jenis, dan tingkah laku perempuan.

Kitab ini cukup memberikan pengaruh kepada kaum muslimin dalam kehidupan berumah tangga dan bermasyarakat.

Kendati demikian, banyak juga para kiai yang kurang sependapat dengan isi kitab tersebut karena kedudukan dan peran laki-laki terlalu mendominasi. Karena ditulis dalam konteks masyarakat Indonesia pada kala itu, kitab Uqud al-Lujjayn dinilai cenderung memposisikan superioritas kaum laki-laki.

Karena itu, Nyai Zai pun melakukan kajian terhadap kitab Uqud al-Lujjayn dan merangkumnya dalam kitab Zadu Az-Zaujayn. Manuskrip kitab ini ditulis oleh Nyai Zai dengan menggunakan huruf Arab pegon dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan huruf latin.

Kitab Zadu Az-Zaujayn ini juga dilengkapi dengan syair berbahasa Indonesia yang memuat sopan santun suami, sopan santun istri, dan tentang mendidik anak. Dengan syair tersebut para santri pun bisa menghafalnya dengan mudah.

Dalam perspektif konseling, kitab Zadu Az-Zaujayn dapat dikatagorikan sebagai salah satu materi dalam konseling perkawinan. Karena itu, kitab ini dapat diadopsi sebagai konseling perkawinan yang khas ala pondok pesantren.

Baca juga: Baca Doa Ini Agar Allah SWT Satukan Kita dengan Orang Saleh dan Penghuni Surga

Di dalam kitab ini terdapat beberapa nilai kepribadian yang harus ditumbuhkembangkan oleh calon dan pasangan suami-istri dalam membentuk keluarga sakinah. Misalnya, karakter kesabaran dan penampilan diri yang harus menarik dan selalu berseri-seri di hadapan pasangannya.

Menurut Nyai Zai, sifat sabar harus dimiliki oleh pasangan suami-istri agar rumah tangga tersebut mampu terus bertahan. Sifat sabar juga harus dimiliki, terutama jika pasanganya berbuat kurang menyenangkan. Kalau bersabar terhadap pasangannya, menurut Nyai Zain, maka hidupnya akan mulia.

Nyai Zai pun menyarankan agar setiap pasangan suami istri tidak menceritakan kelemahan pasangannya kepada orang lain. Menurut dia, suami-istri harus saling melengkapi dan menutupi kelemahan pasangannya. 

photo
Infografis Jaminan Allah Bagi Orang yang Menikah - (Republika.co.id)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement