Senin 30 Oct 2023 17:02 WIB

Kisah Kehidupan Saad Judallah, Ibu para Syuhada Palestina

Saad Judallah selalu menganjurkan kepada para pejuang untuk senantiasa berdoa.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Warga Yaman mengibarkan bendera Palestina dan menunjukan Al quran saat unjuk rasa anti-Israel  di Sanaa, Yaman, (4/7/2023)
Foto:

Ibu para Syuhada

Anak Saad Judallah yang bernama Ahmad merupakan seorang pejuang yang mati disiksa oleh musuh-musuhnya, sebab ia merupakan pejuang yang sangat pemberani. Saad tidak pernah lupa menyediakan makanan kepada para pejuang. Ia bersama dengan anaknya (Ahmad) senantiasa mengirimkan makanan itu kepada para pejuang.

Saad Judallah selalu menganjurkan kepada para pejuang untuk senantiasa berdoa kepada Allah agar cita-cita mereka mengusir penjajahan zionis Israel dikabulkan oleh-Nya. Saad Judallah tidak pernah merasa tenang sebelum melihat pejuang-pejuang itu kembali dengan selamat dari medan laga.

Oleh karena itulah, Saad Judallah dijuluki sebagai ibu para syuhada. Anak Saad Judallah yang bernama Ahmad merupakan anak kesayangannya. Ia mendidik Ahmad dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Ahmad senantiasa berkata kepada ibunya bahwa hidupanya tidak akan lama lagi. Ibunya merestui perjuangan anaknya itu.

Saad Judallah malah mengatakan kepadanya bahwa "Aku telah memasrahkan kamu kepada Allah.” Saad Judallah selalu mengatakan kepada anaknya agar tidak mati dalam keadaan yang tidak terhormat.

Saad Judallah berkata, "Aku tidak ingin mendengar kematian kamu di tengah-tengah maut atau tembakan yang sepele. Aku ingin mendengar kamu mati di saat berjuang menghadapi para penjajah (zionis Yahudi Israel)."

Perkataan ibunya tersebut...

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement