Senin 30 Oct 2023 14:13 WIB

Ali bin Abi Thalib Pemuda yang Mendapat Didikan Rasulullah Sejak Kecil

Banyak sahabat nabi dari kalangan pemuda.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad
Foto: Dok Republika
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di antara para sahabat yang selalu mendampingi Rasulullah SAW kebanyakan adalah anak-anak muda. Dan di antara tokoh pemuda yang begitu disegani di antara para sahabat Rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib. 

Ali adalah putra dari Abi Thalib bin Abdul Muthalib atau bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Luai bin Ghalib bin Fahr bin Malik bin An Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan. Artinya Ali bin Abi Thalib adalah anak dari paman Rasulullah SAW yang nasabnya bertemu pada kakeknya yakni Abdul Muthalib bin Hasyim. 

Baca Juga

Pada saat kelahirannya, nama yang diberikan pada Ali adalah As'ad (singa). Nama tersebut hasil pemberian sang ibu sebagai kenangan dari nama bapaknya yang bernama Asad bin Hasyim. Bukti yang menunjukkan hal itu adalah syair yang dilantunkan pada saat peristiwa perang Khaibar. Di mana saat itu Ali bersenandung: 

Saya adalah manusia yang oleh ibuku dinamai Haidrah (di antara nama lain dari singa). Sebagaimana sosok singa hutan yang berjalan ditakuti penuh kharisma. (Lihat juga Ar Riyadh an Nadhrah fi Manaqib alnUsyrah halaman 617).

Ketika putranya lahir, Abu Thalib saat itu tidak ada ditempat. Setelah dia tahu nama pemberian sang ibu kepada buah hatinya adalah As'ad (Haidar) dia merasa kurang tertarik dengan nama tersebut, maka kemudian menggantinya dengan nama Ali. 

Ali bin Abi Thalib memiliki beberapa julukan yang begitu lekat. Di antaranya adalah Abul Hasan, dinasabkan kepada anaknya yang paling besar yaitu Hasan. Selain itu julukan lainnya adalah Abu At Turab pemberian Rasulullah SAW. Dikisahkan Rasulullah SAW mendapati Ali tidur di masjid dengan tubuh yang dipenuhi debu. Lalu Rasulullah membangunkannya dengan menyebut Ali sebagai Abu At Turab. Julukan lainnya adalah Abul Hasan wal Husain, Abul Qashim Al Hasyimi, dan Abu As Sabthaini (ayah dua cucu Rasulullah).  Ali bin Abi Thalib juga bergelar Amirul mukminin karena ia adalah Khulafaur Rasyidin keempat sepeninggal Rasulullah SAW. 

Terjadi perselisihan di antara para penulis sejarah tentang tahun kelahiran Ali bin Abi Thalib. Menurut Al Hasan Al Bashri, kelahiran Ali bin Abi Thalib terjadi pada 15 atau 16 tahun sebelum diutusnya nabi Muhammad SAW sebagai nabi. Sedangkan menurut Ibnu Ishaq, Ali bin Abi Thalib dilahirkan 10 tahun sebelum diutusnya nabi Muhammad menjadi nabi. Pendapat Ibnu Ishaq onk didukung dan dikuatkan oleh Ibnu Hajar. 

Sementara menurut Al Baqir Muhammad Ibnu Ali tentang kelahiran Ali memang ada dua pendapat. Pertama, sebagaimana yang disebutkan Ibnu Ishaq dan dikuatkan oleh pendapat Ibnu Hajar bahwa Ali dilahirkan pada tahun kesepuluh sebelum kenabian. Kedua, pendapat yang menyatakan bahwa Ali dilahirkan pada tahun kelima sebelum diutus nabi Muhammad menjadi nabi. Lalu beliau sendiri mendukung dan menguatkan pendapat yang disampaikan oleh Ibnu Hajar dan Ibnu Ishaq bahwa Ali bin Abi Thalib dilahirkan pada tahun kesepuluh sebelum diutusnya nabi Muhammad menjadi nabi. 

Menurut Al Faqihi, Ali bin Abi Thalib adalah orang pertama dari keturunan Bani Hasyim yang dilahirkan di dalam Ka'bah. Sebagaimana Al Hakim juga menyebutkan, terdapat banyak berita yang secara mutawatir menyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah manusia pertama yang lahir di dalam Ka'bah. 

Ibnu Abdul Barr bercerita mengenai sifat-sifat Ali, dengan mengatakan bahwa ia memiliki perawakan yang ideal, fisiknya tidak terlalu pendek dan tidak juga terlalu tinggi, matanya hitam bersinar dan lebar, wajahnya tampan seperti bulan purnama, dadanya lebar, fisiknya kuat dan sigap, lehernya panjang, botak, kepalanya tidak ada rambutnya kecuali di bagian belakang, berjenggot panjang, sangat perkasa, jika jalan cepat , tangguh dan pemberani. 

Hubungan Ali dengan Rasulullah semakin dekat ketika keluarganya mempercayakan Ali dibersarkan dalam asuhan Rasulullah SAW. Kala itu kaum Quraisy tengah ditimpa krisis, sementara Abu Thalib yang memiliki banyak anak kesulitan mencukupi kebutuhan keluarganya.  Melihat itu Rasulullah SAW berkata kepada Al Abbas yang juga pamannya yang dianggap sebagai orang kaya dari Bani Hasyim. Rasulullah SAW meminta agar Abbas mengikuti niat Rasulullah untuk membantu meringankan beban Abu Thalib dengan cara mengambil salah satu anak Abu Thalib untuk membesarkannya. Abbas pun bersedia mengikuti Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW meminta izin kepada Abu Thalib untuk mengambil dua anaknya untuk dibesarkan oleh Rasulullah dan Abbas. Abu Thalib pun mempersilakan Rasulullah SAW. Dan Rasulullah SAW telah mengetahui keistimewaan-keistimewaan Ali sejak kecil. Sebab itu Rasulullah SAW mengambil Ali untuk dibesarkannya. 

"Kemudian Rasulullah mengambil Ali untuk hidup bersamanya, dan Abbas mengambil Ja'far untuk hidup bersamanya. Berawal dari situlah maka kemudian Ali hidup bersama Rasulullah hingga datangnya risalah kenabian," (Lihat buku Biografi Ali bin Abi Thalib, karya Prof. Ali Muhammad Ash Shalabi, penerbit Pustaka Al Kautsar, halaman 31)

Selama itu Ali mendampingi Rasulullah dan termasuk orang pertama dari golongan anak-anak yang mengakui dan mempercayai Rasulullah. 

"Ini merupakan jalan hadirnya nikmat Allah yang sangat besar kepada Ali karena dari sinilah kemudian Ali dirawat dan dididik oleh Rasulullah yang mendapat didikan Allah, penjagaan Allah dan pemeliharaan Allah, yang akhlaknya kesehariannya adalah Alquran. Kepribadian Alquran yang ada pada diri Rasulullah terpantulkan kepada diri Ali. Cukuplah tarbiyah nabi menjadi tarbiyah bagi Ali. Ali tumbuh dan berkembang di dalam rumah Islam, dia tahu segala rahasia-rahasia Islam semenjak usia dini dalam kehidupannya," (Biografi Ali bin Abi Thalib, halaman 32)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement