Kamis 26 Oct 2023 21:36 WIB

4 Cobaan Berat Ini Menjadikan Nabi Muhammad SAW Sosok yang Tangguh

Rasulullah SAW mengalami berbagai cobaan berat sejak kecil

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah
Nabi Muhammad (ilustrasi). Rasulullah SAW mengalami berbagai cobaan berat sejak kecil
Foto:

Di antara kejadian malang lainnya adalah saat Nabi Muhammad SAW berdiri untuk shalat, musuh-musuhnya akan mendekatinya dan bersiul, bahkan bertepuk tangan untuk mengganggunya. Namun Nabi tidak sekali pun menunjukkan permusuhan.

Bahkan ketika Nabi SAW sedang shalat di Kabah dan disaksikan oleh musuh-musuhnya, salah seorang penentangnya meletakkan usus unta yang disembelih di punggungnya saat sujud. Nabi tidak bereaksi dan tetap pada posisi itu. Putrinya, Fatimah, bergegas mengambil kotoran dari punggungnya dan membersihkannya.

Cobaan dan musibah adalah sebuah ujian, sekaligus merupakan tanda kecintaan Allah kepada seseorang. Menurut sebuah hadits sahih, "Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya ujian, dan jika Allah mencintai suatu kaum, Dia pasti menguji mereka; siapa yang rida maka baginya keridaan (Allah) dan siapa yang murka maka baginya kemurkaan (Allah)." (At-Tirmidzi)

4. Kesulitan di Madinah. Ketika terjadi Perang Uhud, saat musuh Makkah menyerang umat Islam, Nabi Muhammad mengalami luka di kepala dan gigi depannya patah. Ketika darah mulai merembes dari kepalanya, dia mengusapnya dan berkata: "Jika setetes darahku jatuh ke bumi, orang-orang kafir itu akan dibinasakan oleh Allah."

photo
Empat Makna Penting dalam Ayat Laqod Jaakum terkait Nabi Muhammad - (Republika)

Umar memberitahunya, "Ya Rasulullah, Terkutuklah mereka!" Nabi menjawab, "Aku tidak diutus (oleh Allah) untuk mengutuk. Aku diutus sebagai rahmat." Lalu Rasulullah berkata, "Ya Allah, Bimbinglah umatku!"

Perwujudan lain dari karakter sabar seorang Nabi Muhammad SAW adalah kisah tentang penderitaan yang ditimpakan kepadanya, oleh tetangganya yang Yahudi. Diriwayatkan bahwa salah satu tetangga Nabi SAW adalah seorang Yahudi yang membenci Nabi SAW. Setiap hari dia membuang sampah di jalannya.

Baca juga: Perbedaan Mencolok Antara Miskin dan Kaya dalam Jalani Hisab Amal Kelak di Akhirat

Selama itu, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menegurnya. Hingga suatu hari, orang Yahudi itu tidak lagi muncul dan Nabi bertanya tentang kondisinya. Ia pun mendapat informasi bahwa tetangganya sedang sakit.

Mendengar hal ini, Nabi SAW memutuskan untuk memeriksa kondisi dan kesehatannya. Melihat hal ini, orang Yahudi tersebut memeluk Islam.

Hal ini senada dengan ajaran Nabi Muhammad SAW untuk memuliakan tetangga dengan cara tidak mengganggunya dan tetap berbuat baik kepadanya. Barang siapa yang mengganggu tetangganya, maka beliau bukan orang beriman.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman." Para sahabat bertanya, "Siapa, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari keburukannya."   

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement